Apakah Menteri Gaduh Akan Direshuffle? Ini Jawaban Kalla

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan Menteri ESDM, Jero Wacik, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 14 Januari 2016. Jusuf Kalla dihadirkan menjadi saksi meringankan atas permintaan terdakwa Jero Wacik. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan Menteri ESDM, Jero Wacik, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 14 Januari 2016. Jusuf Kalla dihadirkan menjadi saksi meringankan atas permintaan terdakwa Jero Wacik. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegaduhan antarmenteri Kabinet Kerja sudah terjadi berkali-kali. Presiden Joko Widodo dikabarkan prihatin dengan kondisi tersebut dan segera mengevaluasi terhadap para menteri yang sukan gaduh di ruang publik.

    Apakah evaluasi itu akan berujung pada pergantian menteri?

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditanya wartawan cuma menjawab diplomatis. "Apakah akan berujung pada reshuffle, itu Presiden yang punya kewenangan," kata Kalla di kantornya pada Rabu, 2 Maret 2016.

    Kalla tak menjawab rinci bentuk evaluasi yang akan diambil Presiden Jokowi. "Ya tentu Presiden akan ambil langkah-langkah, tindakan," kata dia. Yang jelas, menurut Kalla, teguran pada menteri yang kerap ribut sudah berkali-kali dilakukan saat rapat kabinet.

    Jusuf Kalla termasuk yang sudah menegur berkali-kali. Rupanya teguran itu tak mempan mengerem hasrat beberapa menteri untuk saling serang di ruang publik. "Kadang-kadang ada orang yang bersikap tidak sesuai jalur organisasi," kata Kalla.

    Kegaduhan antarmenteri terjadi antara Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. Sejumlah rencana kebijakan yang ingin dilakukan Sudirman Said kerap berlawanan dengan pendapat Rizal Ramli. Ironisnya, saling serang pendapat itu diungkapkan lewat media sosial, sehingga membuat masyarakat serta investor bingung.

    Apalagi silang pendapat kedua menteri itu menyangkut proyek strategis nasional seperti pembangkit listrik 35 ribu megawatt dan Blok Masela di Maluku. Sudirman Said merasa terganggu. "Bukan hanya menghambat soal Masela, coba Anda bayangkan, dari mulai listrik dikomentari, dihambat, bangun infrastruktur dihambat, Freeport sudah mau dibereskan dihambat, sekarang Masela," kata Sudirman pada Senin lalu.

    Sudirman menganggap gangguan dari Rizal Ramli lebih berat ketimbang dari mafia. Alasannya, Rizal adalah kolega di kabinet. "Kalau diganggu mafia, yang ganggu itu betul-betul penjahat, menghadapinya enak. Tapi kalau kolega, masak mau berbalas pantun," kata Sudirman.

    Kalla berharap kegaduhan antarmenteri tidak lagi terjadi. Perdebatan hanya dalam rapat internal saja, tidak dibawa ke luar. Menteri juga dimintanya solid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing. "Bagaimana pun organisasi apa pun harus solid menjalankan tugas-tugasnya, apalagi kabinet yang mempunyai tanggung jawab begitu besar," kata Kalla.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?