Kasusnya Dihentikan, Abraham Samad: Terima Kasih, Jokowi!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serah terima surat keputusan deponeering Abraham Samad di Kejaksaan Agung, 4 Maret 2016. TEMPO/Inge Klara Safitri

    Serah terima surat keputusan deponeering Abraham Samad di Kejaksaan Agung, 4 Maret 2016. TEMPO/Inge Klara Safitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo atas keputusan seponering atau pengesampingan perkara yang membelitnya. Menurut dia, keputusan seponering akan mengakhiri polemik antar lembaga penegak hukum.

    "Atas nama pribadi dan mantan pimpinan KPK, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Presiden dan Jaksa Agung yang telah memberikan dukungan dan apresiasi selama ini," kata Samad di kantor Jaksa Muda Tindak Umum Kejaksaan Agung, Jumat, 4 Maret 2016.

    Selain berterima kasih kepada Presiden dan Jaksa Agung, Samad juga berterima kasih kepada para jurnalis. "Terima kasih pada teman-teman media, jurnalis, yang selama ini mendukung kerja KPK," ujar dia. "Sehingga KPK bisa menjalankan fungsinya begitu baik."

    Sebelumnya, pada Jumat pagi tadi mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto juga mendatangi kantor Jampidum. Dia datang juga untuk mengambil salinan surat seponering kasusnya.

    Jaksa Agung Prasetyo berharap keduanya dapat melanjutkan pencegahan dan pemberantasan korupsi, meski tak lagi menjabat di KPK. "Kami harap mereka melanjutkan komitmen, perjuangan, dan cita-cita pemberantasan korupsi," katanya.

    Samad menjadi tersangka kasus pemalsuan data kependudukan di Sulawesi Selatan pada 2007. Adapun Bambang dijerat dengan kasus dugaan mempengaruhi saksi dalam persidangan sengketa pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010 lalu.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.