Kasusnya Diseponering, Samad Kunjungi Kejaksaan Agung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kanan: Ketua KPK nonaktif, Abraham Samad, Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto dan penyidik KPK, Novel Baswedan dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, 25 Mei 2015. Ketiganya terjerat status sebagai tersangka saat tengah bergulat memberantas korupsi di Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    Dari kanan: Ketua KPK nonaktif, Abraham Samad, Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto dan penyidik KPK, Novel Baswedan dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, 25 Mei 2015. Ketiganya terjerat status sebagai tersangka saat tengah bergulat memberantas korupsi di Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengunjungi Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung setelah Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memutuskan seponering atau pengesampingan hukum untuk kasus yang menjeratnya.

    Samad terlihat datang bersama mantan pelaksana tugas Kepala Biro KPK, Nur Chusniah, serta tim kuasa hukumnya. Mengenakan kemeja berwarna biru, Samad tak mengindahkan sejumlah pertanyaan jurnalis. "Nanti saja ya," kata Chusniah di gedung Jampidum Kejagung, Jakarta, Jumat, 4 Maret 2016.

    Sebelumnya, mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto juga telah mengunjungi kantor Jampidum, Jumat pagi. Mereka mengambil salinan surat deponering kasusnya.

    Jaksa Agung Prasetyo berharap keduanya dapat melanjutkan pencegahan dan pemberantasan korupsi meski tak lagi menjadi pimpinan KPK. "Kami harap mereka melanjutkan komitmen, perjuangan, dan cita-cita pemberantasan korupsi," ujarnya.

    Samad menjadi tersangka kasus pemalsuan data kependudukan di Sulawesi Selatan pada 2007. Adapun Bambang dijerat dengan kasus dugaan mempengaruhi saksi dalam persidangan sengketa pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.