Pemuda BKPRMI Harus Amalkan Empat Pilar  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oesman Sapta berpesan agar pemuda BKPRMI meningkatkan kualitasnya di dalam dan luar organisasi

    Oesman Sapta berpesan agar pemuda BKPRMI meningkatkan kualitasnya di dalam dan luar organisasi

    INFO MPR - Toleransi dan semangat persatuan Indonesia akan semakin kuat jika ajaran agama diimplementasikan bersama Empat Pilar. Sikap ini diharapkan dilakukan seluruh warga Indonesia termasuk pemuda dan pemudi di organisasi Islam. 

    "Pemuda dan pemudi masjid harus memahami dan mengamalkan Empat Pilar MPR agar punya rasa kebangsaan yang kuat sebagai warga negara berpenduduk muslim terbesar di dunia," kata Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta usai membuka Sosialisasi Empat Pilar di Diklatnas Kader Dakwah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) tahun 2016. 

    Acara yang berlangsung di Hotel Sahid Jakarta, pada Jumat 4 Maret 2016 ini dihadiri Menteri Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Fraksi Partai Nasdem MPR RI Bachtiar Aly, dan Ketua KNPI Muhammad Rifai Darus.

    Oesman selaku Ketua Dewan Pembina BKPRMI prihatin dengan perkembangan umat muslim di Indonesia. Islam semakin mengecil di Indonesia. Padahal di belahan bumi lain, Islam berkembang sangat pesat baik kuantitas maupun kualitas. 

    "Seolah-olah Islam makin luntur, seperti lunturnya Pancasila di bumi Indonesia," ujarnya.

    Masalah ini disebabkan intervensi dari luar. Oleh karena itu, pertahanan untuk mencegah keterpurukan Islam di Indonesia adalah melalui amalan Empat Pilar dan ajaran agama. Dia berpesan agar remaja-remaja Islam tidak kaku dan terkungkung dalam kelompoknya sendiri. Akan tetapi membaur dengan semua kelompok, dan mampu memperbaiki diri. Di dalam diri, BKPRMI juga harus berusaha mendorong anggotanya untuk meningkatkan kualitasnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.