Dubes Baru, Sri Astari Rasjid, Jajaki Diplomasi Melalui Budaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes LBBP RI untuk Republik Bulgaria, Astari Rasjid. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Dubes LBBP RI untuk Republik Bulgaria, Astari Rasjid. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Bulgaria, Albania, dan Macedonia, Sri Astari Rasjid, mengatakan akan mengusung diplomasi melalui budaya. “Mudah-mudahan diplomasi budaya saya bisa membuka peluang untuk memajukan pariwisata lebih aktif dan meningkat,” katanya saat berkunjung ke  kantor Tempo, Kamis malam, 3 Maret 2016.

    Langkah pertama yang akan dilakukan Astari adalah mengunjungi tiga negara, yaitu Bulgaria, Albania, dan Macedonia. Ia berterus terang belum pernah mengunjungi tiga negara tersebut. Bulan ini, Astari bersama Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri, berencana berkunjung ke Bulgaria.

    “Saya akan mendampingi beliau dan tentu akan lebih bisa terbuka melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada di sana. Karena saya belum ke sana, jadi belum tahu,” kata Astari.

    Baca Juga: Astari Rasjid: Negara Jangan Masuki Hak Privasi LGBT  

    Astari optimistis, melalui pendekatan budaya, kerja sama bidang lain bisa terjalin maksimal. Ia juga telah menyusun beberapa agenda, seperti festival film, kuliner, atau seni untuk menguatkan kerja sama Indonesia dengan tiga negara itu. “Masuknya dari budaya dulu karena bidang saya itu.”

    Astari menilai, selama ini sudah ada kemajuan hubungan, terutama dengan Bulgaria. Contohnya di bidang ekonomi, yaitu ekspor-impor yang sudah terjalin, tapi belum signifikan.

    Ia yakin, banyak bidang kerja sama yang bisa semakin dikuatkan. Misalnya, bidang olahraga, ke depan bisa terjalin pertukaran atlet. Bahkan, di Bulgaria, kata Astari, sudah ada pusat bisnis Indonesia yang akan terus ditingkatkan melalui seni-budaya. Ia pun optimistis, ke depan, akan ada peningkatan turis yang datang dari tiga negara itu ke Indonesia.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.