Monopoli Sapi untuk Kapal Ternak Rugikan Pengusaha NTT  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memberi minum sapi Asal Nusa Tenggara Timur saat kedatangan perdana Kapal Pengangkut Ternak KM Camara Nusantara1 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    Pekerja memberi minum sapi Asal Nusa Tenggara Timur saat kedatangan perdana Kapal Pengangkut Ternak KM Camara Nusantara1 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Kupang - Asosiasi pengusaha sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluh adanya monopoli pengadaan sapi untuk kapal ternak. Selain itu, mereka mendapat intimidasi agar menjual sapi dengan harga murah.

    "Telah terjadi monopoli sapi dan intimidasi yang dilakukan TNI sehingga pengusaha sapi di NTT dirugikan," kata Deki Budianto, ketua himpunan pengusaha sapi dan kerbau NTT saat mengadu ke DPRD NTT, Kamis, 3 Maret 2016.

    Menurut Deki, sejak ada kapal ternak Camara Nusantara II yang mengangkut sapi dari NTT, pengusaha dirugikan karena dipaksa menjual dengan harga murah, yakni Rp 35 ribu per berat hidup. "Sudah begitu, pembayaran tidak cash. Padahal kami beli sapi dari peternak secara cash," katanya.

    Pengusaha sapi, Abdul Kadir Aziz, mengaku diintimidasi oknum TNI dan Polri untuk menjual sapi kepada perusahaan  yang telah ditunjuk  pemerintah, yakni Berdikari, Darma Jaya, dan SMD dengan harga murah. "Saya dapat telepon dari Kodam Jaya bahwa sapi yang ada di karantina harus di jual dengan harga sekian," ujarnya.

    Sudah empat kali kapal ternak datang mengangkut sapi di NTT. Namun hanya satu kali yang pulang kosong. Terakhir, kapal ternak mengangkut  300 ekor pada 29 Februari 2016.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.