PPP Pasang 10 Pengacara Bela Ivan Haz  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR RI Fraksi PPP, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, 29 Februari 2016. Meski sejumlah awak media melontarkan pertanyaan di sepanjang jalan memasuki ruang pemeriksaan,   Ivan Haz mengunci mulutnya rapat-rapat dan tak satu patah kata pun keluar dari mulutnya. TEMPO/Iqbal Ichsan

    Anggota DPR RI Fraksi PPP, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, 29 Februari 2016. Meski sejumlah awak media melontarkan pertanyaan di sepanjang jalan memasuki ruang pemeriksaan, Ivan Haz mengunci mulutnya rapat-rapat dan tak satu patah kata pun keluar dari mulutnya. TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan menyiapkan 10 pengacara untuk ikut membela Fanny Safriansyah atau Ivan Haz, yang terseret kasus penganiayaan asisten rumah tangganya.

    "Ya, jadi dua. Ada dari partai dan ada simpati dukungan. Dari partai ada sepuluh pengacara," kata kuasa hukum Ivan Haz, Tito Hananta Kusuma, di Polda Metro Jaya, Kamis, 3 Maret 2016.

    Tito enggan menjelaskan langkah hukum yang akan diambil pengacara baru itu dalam menyikapi kasus Ivan Haz. Sebelumnya, Ketua Fraksi PPP dan rekan sesama fraksi Ivan Haz di DPR, Hasrul Azwar dan Asrul Sani, memastikan partai akan pasang badan membela anak mantan wakil presiden, Hamzah Haz.

    Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, PPP belum berencana memecat Ivan Haz, yang kini masih berstatus sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

    Ivan Haz saat sudah ditahan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Dia ditetapkan menjadi tersangka penganiayaan asisten rumah tangga, Toipah, yang saat ini dalam perlindungan hukum LBH APIK.

    Meski mengaku sudah berupaya damai, pihak pelapor belum menunjukkan tanda-tanda menerima pengajuan perdamaian itu.



    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.