Dua Bulan, 6 Penderita Demam Berdarah di Bojonegoro Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah  pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di RSUD Daya Makassar, 8 Januari 2016. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di RSUD Daya Makassar, 8 Januari 2016. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Enam anak usia di bawah 13 tahun meninggal akibat terjangkit demam berdarah dengue (DBD) dalam rentang waktu 9 pekan di Bojonegoro, Jawa Timur. Meski demikian, Dinas Kesehatan Bojonegoro belum menetapkan status kejadian luar biasa dengan alasan kasusnya belum meningkat tajam. “Belum KLB, tapi cukup diwaspadai,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Sunhadi, Kamis, 3 Maret 2016.

    Data di Dinas Kesehatan Bojonegoro menyebutkan, kasus demam berdarah cenderung meningkat. Pada Januari-Februari 2015, terdapat 181 kasus. Empat orang meninggal dari total 572 kasus. Data Januari-Februari  2016, terdapat enam orang meninggal dari total 197 kasus.

    Kejadian luar biasa, kata dia, baru diberlakukan bila jumlah kasus meningkat dua kali lipat antara tahun lalu dan tahun ini. "Sedangkan data kasus DBD 2015 dengan 2016 ada peningkatan, tapi tidak tinggi. Kriteria itu jelas,” ujar Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro dr Whenny Dyah Prajanti.

    Dia menambahkan, dari enam kasus demam berdarah yang mengakibatkan penderita meninggal, salah seorang di antaranya terjadi di Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota Bojonegoro. Penderita meninggal berinisial S,13 tahun.
     
    Sedangkan sebaran penyakit, kata dia, umumnya di wilayah dengan populasi penduduk padat, seperti Kecamatan Bojonegoro, Sumberejo, Padangan, dan Sukosewu. Dinas Kesehatan telah melakukan pengasapan di beberapa tempat, terutama di daerah yang warganya terjangkit demam berdarah.

    Susanto, pengurus rukun tetangga di Kelurahan Klangon, Kecamatan Bojonegoro, mengatakan syarat pengajuan pengasapan ke pemerintah daerah tersebut mudah dan gratis. Minimal harus ada penderita demam berdarah, dilampiri hasil laboratorium yang menyatakan ada yang positif terjangkit penyakit itu. "Biasanya langsung di-fogging," katanya.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.