Bantah Berita Hoax, Pakar Teknik: Jembatan di Malang Aman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jembatan Soekarno-Hatta  Malang Jawa Timur, 3 Maret 2016. Jembatan yang memiliki panjang bentang 40 meter dan 60 meter ini dibangun sekitar tahun 1988. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Jembatan Soekarno-Hatta Malang Jawa Timur, 3 Maret 2016. Jembatan yang memiliki panjang bentang 40 meter dan 60 meter ini dibangun sekitar tahun 1988. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Foto jembatan Jalan Soekarno-Hatta di Malang yang menunjukkan terjadi lendutan marak beredar di sosial media. Pengamat jembatan yang juga dosen Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Sugeng Budio menyatakan foto tersebut tidak benar alias hoax.

    "Foto itu tidak benar, jelas merugikan orang banyak," kata pengamat jembatan yang juga dosen Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Sugeng Budio.

    Sugeng juga menjadi Ketua tim peneliti jembatan Jalan Soekarno-Hatta pada 2013. Hasil penelitiannya disampaikan ke sejumlah institusi untuk penanganan jembatan yang menghubungkan kawasan Blimbing dengan kawasan Dinoyo Malang. Namun dia enggan menyebutkan secara detail penelitian tersebut. (Baca juga: Hoax Jembatan di Malang Melengkung, Dinas PU Kalang Kabut)

    "Penelitian sudah lama pasti kondisinya berubah," katanya.

    Apalagi selama ini Dinas Bina Marga melakukan perawatan dan pemeliharaan sesuai manual prosedur. Sehingga kekuatan dan konstruksi jembatan beton jelas mengalami perubahan. Saat ini jembatan masih aman dilalui dengan beban kendaraan secara wajar.

    Agar jembatan aman dilalui, katanya, perlu penataan lalu lintas secara menyeluruh. Seperti melarang truk dan bus yang berbobot berat tak melintasi jembatan. Selain itu, kendaraan dilarang berhenti dan menumpuk di tengah jembatan. "Semua sudah dilakukan, sesuai kesepakatan para pihak," katanya.

    Sebelumnya, dilakukan rekayasa arus lalu lintas seperti diberlakukan satu jalur di sepanjang Jalan Mayjen Panjaitan Malang. Namun, rekayasa lalu lintas itu ditentang warga. Lantaran aturan lalu lintas satu arah telah menyebabkan beragam usaha produktif mati.
    Bahkan sejumlah warga setempat menjadi korban kecelakaan lalu lintas sejak diterapkan satu arah. Sehingga arus lalu lintas kembali berlaku dua arah.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?