Seponering Samad dan BW, Ini Harapan Ketua KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo (ketiga kiri) dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif (kedua kanan) bersama Personel Grup band Slank di halaman Gedung KPK, Jakarta, 22 Februari 2016. Slank menggelar konser untuk memberikan dukungan kepada lembaga antirasuah itu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua KPK Agus Rahardjo (ketiga kiri) dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif (kedua kanan) bersama Personel Grup band Slank di halaman Gedung KPK, Jakarta, 22 Februari 2016. Slank menggelar konser untuk memberikan dukungan kepada lembaga antirasuah itu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mengapresiasi langkah Jaksa Agung memberikan seponering atau pengesampingan perkara kepada mantan pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Dia berharap keputusan itu akan membuat komisi antirasuah lebih kuat.

    "Supaya pimpinan KPK yang baru bertugas dua bulan tidak terhambat kasus-kasus lama," katanya saat dihubungi, Kamis, 3 Maret 2015.

    Agus berharap kasus yang menimpa pimpinan KPK periode sebelumnya tak kembali terjadi. Dengan demikian, KPK bisa berfokus memberantas tindak pidana korupsi. "Yang semestinya tidak perlu terjadi. Bisa bergerak cepat dalam implementasi program penindakan dan pencegahan tindak pidana korupsi periode 2015-2019," tuturnya.

    Jaksa Agung Muhammad Prasetyo resmi memutuskan pemberian seponering kepada Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Pertimbangannya, Samad dan Bambang merupakan pegiat antikorupsi yang memegang kepentingan umum.

    Prasetyo berharap semua pihak dapat menerima keputusan seponering kedua mantan pimpinan KPK itu. Dia menilai pemberantasan korupsi merupakan bagian dari kepentingan umum.

    Menurut Prasetyo, korupsi dapat merugikan negara serta merampas hak hidup masyarakat dalam ekonomi, sosial, dan politik. Dia khawatir kepentingan tersebut akan dilanggar jika ada pegiat antikorupsi yang dipidanakan.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.