Gempa Mentawai, Panglima TNI Siagakan 3 Batalyon Pasukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Malakopa Kecamatan Pagai Selatan berkumpul saat helikopter bantuan tiba di lokasi bencana tsunami Mentawai, Sumatera Barat. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Warga Malakopa Kecamatan Pagai Selatan berkumpul saat helikopter bantuan tiba di lokasi bencana tsunami Mentawai, Sumatera Barat. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan TNI telah menyiapkan pasukan cepat tanggap bencana untuk membantu korban bencana gempa di Mentawai, Sumatera Barat. Gatot menuturkan pihaknya sudah menyiapkan dua batalyon pasukan dan satu batalyon tim kesehatan untuk menangani bencana di Mentawai. 

    "Di negara ini, kan, supermarket bencana alam. Khawatirnya ada susulan, makanya semua sudah siap. Tim kesehatan juga siap," kata Gatot setelah menghadiri upacara Alih Kodal Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI dari Divif-2/Kostrad ke Divif-1/Kostrad di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Kamis, 3 Maret 2016.

    Gatot juga memerintahkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono agar terus memantau dan berkomunikasi dengan panglima daerah militer di sana terkait dengan perkembangan informasi bencana. "Saya monitor terus yang ada di sana. Sejauh ini, mereka memang belum memerlukan bantuan. Namun, bila diperlukan, kami sudah siap," ucapnya.

    Berita Terbaru: Gempa Bumi Mentawai

    TNI juga terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Bantuan SAR Nasional. Jika memang diperlukan, TNI siap mengirimkan pasukan ke Mentawai.

    Gempa 7,8 skala Richter yang terjadi dekat Kepulauan Mentawai memaksa warga Kabupaten Mentawai mengungsi ke gunung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan tsunami akibat gempa yang mengguncang hampir semua kabupaten dan kota di Sumatera Barat pada Rabu, 2 Maret 2016.

    Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang Rahmat Triyono mengatakan gempa dirasakan di seluruh Sumatera Barat, termasuk Bengkulu dan Sibolga, Sumatera Utara. "Di Padang Panjang, MMI-nya III-IV. Di Mentawai, pasti lebih dari itu," tuturnya.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?