Polri Kerahkan 4.200 Personel Amankan KTT OKI Ke-5  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Khusus saat apel gelar pasukan Komando Operasi Pengamanan VVIP KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) 2016 di Lapangan Monas, Jakarta, 1 Maret 2016. TEMPO/Subekti

    Pasukan Khusus saat apel gelar pasukan Komando Operasi Pengamanan VVIP KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) 2016 di Lapangan Monas, Jakarta, 1 Maret 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Sebanyak 4.200 personel Polri dikerahkan untuk mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) ke-5 yang digelar pada 6-7 Maret di Jakarta.

    "Keseluruhan personel yang disiapkan 4.200 orang lebih," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Suharsono di Jakarta, Kamis, 3 Maret 2016.

    Menurut Komisaris Besar Suharsono, ribuan personel tersebut terdiri atas aparat personel Polda Metro Jaya serta dari beberapa kepolisian resor dibantu aparat Mabes Polri. "Terdiri atas satgas pusat, satgas Polda, dan satgas polres," ujarnya.

    Dalam pelaksanaan KTT, akan diamankan 17 hotel yang menjadi tempat menginap para delegasi yang tersebar di sebelas lokasi di Jakarta Pusat dan enam lokasi di Jakarta Selatan.

    Aparat Polda Metro Jaya terlibat pengamanan melekat terhadap tamu VIP setingkat menteri luar negeri. Sedangkan petugas khusus dari Direktorat Pengamanan Obyek Vital berpakaian safari dan bersenjata api melakukan pengawalan melekat. Petugas kepolisian juga mengamankan kepala negara dan kepala pemerintah pada ring dua, sementara Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada ring satu.

    KTT OKI akan diikuti sekitar 49 delegasi negara yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 6-7 Maret 2016.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.