Empat Gempa Susulan Kembali Guncang Mentawai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa susulan kembali terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Kamis, 3 Maret 2016, setelah gempa berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang daerah tersebut.

    "Ada empat gempa susulan yang tercatat," ujar Kepala Seksi Data Informasi BMKG Padang Panjang Buha M. Simanjuntak, Kamis, 3 Maret 2016.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang mencatat, empat tiga kali gempa susulan, setelah gempa besar melanda Mentawai. Yaitu gempa berkekuatan 5,6 SR; 5,2 SR; 5,8 SR; dan 5,3 SR.

    Gempa 5,6 SR terjadi Rabu, 2 Maret 2016, pukul 22.12 WIB. Lokasinya 4,14 Lintang Selatan dan 94,91 Bujur Timur. Tepatnya 535 kilometer barat daya Mentawai, dengan kedalaman sepuluh kilometer.

    Berita Terbaru: Gempa Bumi Mentawai

    Gempa 5,2 SR di kedalaman 198 kilometer terjadi Rabu, 2 Maret 2016, pukul 23.08 WIB, di 440 kilometer barat daya Mentawai. Titik koordinatnya, 3,75 Lintang Selatan dan 95,71 Bujur Timur.

    Gempa ketiga terjadi Kamis, 3 Maret, pukul 07.10 WIB. Gempa berkekuatan 5,8 SR itu terjadi di 598 barat daya Mentawai dengan kedalaman sepuluh kilometer. Tepatnya 4,58 Lintang Selatan dan 94,56 Bujur Timur.

    BMKG juga mencatat, gempa terjadi Kamis, 3 Maret 2016, pukul 09.28 WIB, di 716 kilometer barat daya Mentawai. Tepatnya di 5,13 Lintang Selatan dan 93,65 Bujur Timur.

    Seorang warga di Sikakap Mentawai, Dedi Triadi, mengatakan merasakan gempa susulan pagi tadi. Namun kekuatannya kecil. "Gempanya hanya kecil," ujarnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.