Jaksa Geledah Kantor Pemenang Proyek Pipa PDAM Rp 8,9 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak berdiri di atas pipa PDAM untuk warga kota sambil mencari ikan saat bermain air Sungai Cikapundung yang kotor di Kampung Manteos, Kecamatan Coblong, Bandung, Jawa Barat, 28 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Anak-anak berdiri di atas pipa PDAM untuk warga kota sambil mencari ikan saat bermain air Sungai Cikapundung yang kotor di Kampung Manteos, Kecamatan Coblong, Bandung, Jawa Barat, 28 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Jaksa penyidik dari Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Jawa Timur, menggeledah kantor perusahaan pemenang tender pengadaan sepuluh ribu pipa PDAM untuk sambungan rumah senilai Rp 8,9 miliar, Rabu 2 Maret 2016. Penggeledahan sebagai tindak lanjut atas pemeriksaan direktur perusahaan itu.

    “Sekaligus untuk mengumpulkan dan menguatkan barang bukti yang telah dimiliki tim penyidik,” kata Ketua Tim Penyidikan Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Wido Utomo, Rabu 2 Maret 2016.

    Perusahaan itu adalah CV Langgeng Jaya (LJ) dan direktur yang dimaksud ialah Tjio Lius. Perusahaan ini dinyatakan menang tender proyek pengadaan pipa menawar Rp 8,9 miliar dari pagu tender Rp 9,1 miliar pada 2015 lalu.

    Langgeng Jaya menyisihkan tiga perusahaan lain dalam lelang yang diduga sarat manipulasi dan persekongkolan antara para pegawai PDAM Delta Tirta dan rekanan pemenang lelang. Manipulasi meliputi mark up, kekurangan volume, dan dugaan tidak sesuai spesifikasi (spek).

    Wido berharap dalam penggeledahan itu penyidik menemukan sejumlah bukti baru. "Untuk disinkronkan dengan keterangan yang sudah ia (Tjio) sampaikan ke penyidik." 

    Selain menggeledah kantor CV LJ, pada hari yang sama, penyidik kejaksaan negeri juga memeriksa sejumlah pegawai dan Direktur CV Aria Bima Cena (ABC), William Krisnadi. CV ABC adalah salah satu rekanan yang tidak lolos administrasi tender. Adapun William dimintai keterangan terhadap bukti-bukti proses lelang.

    General Affair CV ABC, H Suwandi, yang juga datang mendampingi William, mengatakan pihaknya telah menyampaikan semua bukti maupun syarat tender kepada penyidik terkait proses tender. “Kami sebagai pihak yang dirugikan siap membantu memberikan keterangan,” katanya.

    Sebelumnya penyidik telah memeriksa Ketua Unit Layanan Pelelangan (ULP) Amiruddin Fauzi, Sekretaris ULP Yoyok Supriyanto, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ardhiani. Total seluruhnya ada 18 orang yang sudah dimintai keterangannya. Berdasarkan informasi yang beredar, pada pekan depan, penyidik juga akan memeriksa anggota direksi PDAM.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.