Jusuf Kalla: Ada Menteri yang Bersikap di Luar Koordinasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan keterangan pers sebelum bertolak ke Amerika Serikat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 Februari 2016. Dalam kunjungannya ke AS, Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengikuti US-ASEAN Summit dan bertemu dengan pimpinan perusahaan-perusahaan raksasa bidang teknologi informasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan keterangan pers sebelum bertolak ke Amerika Serikat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 Februari 2016. Dalam kunjungannya ke AS, Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengikuti US-ASEAN Summit dan bertemu dengan pimpinan perusahaan-perusahaan raksasa bidang teknologi informasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan telah berkali-kali menegur menteri untuk tidak gaduh di ruang publik. Namun, kenyataannya tetap saja ada menteri yang melanggar.

    "Sudah berkali-kali, kalau di dalam rapat, saya sendiri sudah berkali-kali menegur. Tapi ya kadang-kadang ada orang yang bersikap tidak sesuai dengan jalur koordinasi," kata Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis, 2 Maret 2016.

    Jusuf Kalla mengatakan kerja antarmenteri seharusnya berjalan solid. Apalagi kabinet mempunyai tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan. Perdebatan antarmenteri juga dianggapnya biasa saja. Namun perdebatan antarmenteri yang terjadi di rapat-rapat kabinet seharusnya tidak boleh keluar. "Tentu kami harapkan jangan terulang lagi," katanya.

    Perseteruan antarmenteri terjadi antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Perseteruan itu mengemuka di ruang publik mulai dari soal Freeport hingga opsi pembangunan kilang Blok Masela. Belakangan, saling cibir antarmenteri juga terjadi antara Menteri Desa dan Transmigrasi Marwan Jafar dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Itu terjadi saat Marwan yang telat naik pesawat Garuda minta Direktur Utama garuda diganti.

    Menurut Jusuf Kalla, presiden tentu akan mengambil langkah-langkah terhadap menteri yang saling ribut di ruang publik. Apakah akan berujung pada pergantian menteri? "Itu presiden yang punya kewenanganlah," katanya.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.