Sepertiga Sekolah di Jawa Barat Absen Ikut SNMPTN 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta SNMPTN mulai mengisi data di ITB, Bandung, Jawa Barat, (12/6). Dari jumlah pendaftar ujian di Panitia Lokal Bandung, ada 13 peserta berkebutuhan khusus termasuk yang sakit dari 40.253 peserta yang telah terdaftar. TEMPO/Prima Mulia

    Peserta SNMPTN mulai mengisi data di ITB, Bandung, Jawa Barat, (12/6). Dari jumlah pendaftar ujian di Panitia Lokal Bandung, ada 13 peserta berkebutuhan khusus termasuk yang sakit dari 40.253 peserta yang telah terdaftar. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 Rochmat Wahab mengatakan terdapat 5.810 dari 23.388 SMA di Indonesia yang belum mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai syarat pendaftaran seleksi tahunan tersebut.

    "Yang paling banyak ada di Provinsi Jawa Barat. Dari 3.215 sekolah, 1.006 tidak mengisi PDSS, hampir sepertiganya," kata Rochmat di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Maret 2016.

    Menurut Rochmat, terdapat sejumlah faktor penyebab sekolah-sekolah tersebut tak mengisi PDSS yang hukumnya wajib bagi sekolah yang ingin siswanya layak masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama.

    "Penyebab pastinya saya juga kurang tahu. Mungkin pihak sekolah kurang percaya diri atau pengalaman sebelumnya sudah capek mendaftar tetap tidak diterima," kata dia.

    Rochmat menjelaskan bahwa para siswa yang sekolahnya tidak mengisi PDSS, secara otomatis sulit mengikuti SNMPTN 2016. Namun, ada alternatifnya. Para siswa tersebut bisa menempuh jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Ujian Mandiri (UM) yang diberikan setiap PTN.

    Berdasarkan keterangan panitia SNMPTN 2016, sepertiga sekolah di Jawa Barat yang tidak mengisi PDSS itu terdiri atas 197 SMA, 220 Madrasah Aliyah (MA), dan 589 SMK. Mengikuti Jawa Barat, terdapat 854 sekolah di Jawa Timur dan 590 sekolah di Jawa Tengah yang memiliki kasus serupa.

    Namun, justru di Jawa Barat jugalah terdapat paling banyak sekolah yang mengisi PDSS agar siswanya bisa mendaftar SNMPTN 2016, yaitu sebanyak 2.209 sekolah.

    Rochmat juga sempat menjelaskan alur proses penyaringan siswa kelas XII yang nantinya bisa mendaftar ke 78 perguruan tinggi yang diikut sertakan pada 2016 ini.

    "Prosesnya dimulai dari pengisian data di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) secara online oleh setiap sekolah sejak 18 Januari sampai 20 Februari 2016," kata Rochmat di Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan pada Rabu, 2 Maret 2016.

    Rochmat menuturkan, sudah terdapat 17.578 sekolah dari seluruh Indonesia yang mengisi data PDSS. Jumlah ini meningkat dari periode yang sama 2015 lalu, yang hanya sebanyak 17.244 sekolah.

    Pengisian PDSS tersebut digunakan pemerintah untuk menyaring siswa yang bisa mengikuti pendaftaran SNMPTN 2016.

    Di awal pembukaannya, kata Rochmat, terjadi hal yang di luar dugaan. "Saat pendaftaran dibuka, sempat kosong 'upload', sepi, menjelang ditutup, di minggu keempatnya, barulah berlomba-lomba data masuk. Sistem bermasalah dan pendaftaran kami perpanjang hingga 21 Februari 2016," kata dia.

    Rochmat mengatakan pihaknya tak ingin mengecewakan siswa berprestasi dan bisa memenuhi undangan ikut SNMPTN karena sekolah lambat mengisi PDSS. Dia menjelaskan sedikit alur proses penyaringan siswa peserta SNMPTN oleh panitia.

    Pengisian PDSS terjadi bersamaan dengan verifikasi nilai siswa di tiap sekolah yang berakhir pada 23 Februari 2016. "Progressnya baik, kami tutup pada pukul 23.59 WIB pada 23 Februari lalu," kata Rochmat menjabarkan.

    Dia menjelaskan, tanggal 26 Februari 2016, proses seleksi berlanjut dengan perhitungan nilai siswa oleh sistem panitia SNMPTN. Kata Rochmat, panitia menyeleksi laporan nilai rapor siswa dengan sistem online, sehingga meminimalisir kesalahan dan kecurangan, seperti rekayasa nilai.

    Lalu pada 27 Februari, kata Rochmat, dilakukan pemeringkatan siswa per sekolah, dikombinasikan dengan akreditasi sekolah siswa yang bersangkutan. Data akreditasi yang diisikan sekolah di PDSS juga haruslah akreditasi yang masih berlaku. "Pemeringkatan berlaku per sekolah, tak membedakan kelas reguler dan akselerasi, semua sama," kata dia.

    Dari proses penyaringan tersebut, barulah didapat data siswa yang layak mendaftar SNMPTN 2016. Pendaftarannya dibuka sejak 29 Februari hingga 12 Maret 2016, dilanjutkan pencetakan kartu peserta, proses seleksi pada 24 Maret hingga 8 Mei 2016.

    "Nanti pengumuman kelulusan ujian seleksinya pada 10 Mei, dan pendaftaran ulang ke PTN masing-masing bagi mereka yang lulus SNMPTN 2016 ini adalah pada 31 Mei 2016," kata Rochmat.

    Pada 31 Mei 2016 tersebut juga adalah saat dimana ujian tertulis jalur masuk perguruan tinggi lain, yaitu SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) berlangsung.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.