Catat, Ini Alur Proses SNMPTN 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi  Negeri (SNMPTN) mengerjakan soal di kampus Universitas Hasanuddin Makassar, (12/6). Pendaftar di kampus unhas untuk jalur SNMPTN tahun ini  mencapai 24.101 peserta. TEMPO/Hariandi Hafid

    Sejumlah peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengerjakan soal di kampus Universitas Hasanuddin Makassar, (12/6). Pendaftar di kampus unhas untuk jalur SNMPTN tahun ini mencapai 24.101 peserta. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta -  Ketua Umum Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 Rochmat Wahab menjelaskan alur proses penyaringan siswa kelas XII yang nantinya bisa mendaftar ke 78 perguruan tinggi yang diikutsertakan pada 2016 ini.

    "Prosesnya dimulai dari pengisian data di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) secara online oleh setiap sekolah sejak 18 Januari sampai 20 Februari 2016," kata Rochmat di Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan pada Rabu, 2 Maret 2016.

    Rochmat menuturkan, terdapat 17.578 sekolah dari seluruh Indonesia yang mengisi data PDSS. Jumlah ini meningkat dari periode yang sama 2015 lalu, yang hanya sebanyak 17.244 sekolah.

    Pengisian PDSS tersebut digunakan pemerintah untuk menyaring siswa yang bisa mengikuti pendaftaran SNMPTN 2016.

    Di awal pembukaannya, kata Rochmat, terjadi hal yang di luar dugaan. "Saat pendaftaran dibuka, sempat kosong 'upload', sepi, menjelang ditutup, di minggu keempatnya, barulah berlomba-lomba data masuk. Sistem bermasalah dan pendaftaran kami perpanjang hingga 21 Februari 2016," kata dia.

    Rochmat mengatakan pihaknya tak ingin mengecewakan siswa berprestasi dan bisa memenuhi undangan ikut SNMPTN karena sekolah lambat mengisi PDSS. Dia menjelaskan sedikit alur proses penyaringan siswa peserta SNMPTN oleh panitia.

    Pengisian PDSS terjadi bersamaan dengan verifikasi nilai siswa di tiap sekolah yang berakhir pada 23 Februari 2016. "Progress-nya baik, kami tutup pada pukul 23.59 WIB pada 23 Februari lalu," kata Rochmat menjabarkan.

    Dia menjelaskan, pada 26 Februari 2016, proses seleksi berlanjut dengan perhitungan nilai siswa oleh sistem panitia SNMPTN. Kata Rochmat, panitia menyeleksi laporan nilai rapor siswa dengan sistem online, sehingga meminimalisasi kesalahan dan kecurangan, seperti rekayasa nilai.

    Lalu pada 27 Februari, kata Rochmat, dilakukan pemeringkatan siswa per sekolah, dikombinasikan dengan akreditasi sekolah siswa yang bersangkutan. Data akreditasi yang diisikan sekolah di PDSS juga haruslah akreditasi yang masih berlaku. "Pemeringkatan berlaku per sekolah, tak membedakan kelas reguler dan akselerasi, semua sama," kata dia.

    Dari proses penyaringan tersebut, barulah didapat data siswa yang layak mendaftar SNMPTN 2016. Pendaftarannya dibuka sejak 29 Februari hingga 12 Maret 2016, dilanjutkan pencetakan kartu peserta, proses seleksi pada 24 Maret hingga 8 Mei 2016.

    "Nanti pengumuman kelulusan ujian seleksinya pada 10 Mei, dan pendaftaran ulang ke PTN masing-masing bagi mereka yang lulus SNMPTN 2016 ini adalah pada 31 Mei 2016," kata Rochmat.

    Pada 31 Mei 2016 tersebut juga adalah saat dimana ujian tertulis jalur masuk perguruan tinggi lain, yaitu SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) berlangsung.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?