Menteri Luhut Klaim Penanganan Kebakaran Hutan di Riau Bagus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua personil tentara dan polisi berjibaku padamkan api di lahan gambut Desa Rimbo Panjang, Kampar, Riau, 16 September 2015. Kebakaran lahan gambut tersebut terjadi sejak Juni 2015. TEMPO/Riyan Nofitra

    Dua personil tentara dan polisi berjibaku padamkan api di lahan gambut Desa Rimbo Panjang, Kampar, Riau, 16 September 2015. Kebakaran lahan gambut tersebut terjadi sejak Juni 2015. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengklaim penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau telah maksimal. Seluruh petugas pemadam berjibaku mencegah kebakaran agar tidak meluas.

    "Saya  mendapat laporan telah terjadi kebakaran lahan di Dumai dan sekitarnya, tapi sudah diantisipasi dengan baik oleh kepolisian, TNI, dan petugas pemadam," kata Luhut setelah memberikan pengarahan kepada seluruh pejabat Riau di Hotel Labersa, Kampar, Riau, Rabu, 2 Maret 2016.

    Luhut tidak menjawab ihwal ultimatum  Presiden Joko Widodo yang bakal mencopot pejabat daerah, mulai tingkat desa hingga provinsi, yang  lahan di daerahnya terbakar. "Semua sedang fokus bekerja padamkan api," ujarnya.  (Baca: Jokowi: Jangan Ada Kebakaran Hutan Tahun Depan  dan Kebakaran Hutan, Jokowi Ancam Copot Kapolda dan Pangdam)

    Pelaksana tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengaku musim kemarau yang melanda Riau masih menjadi masalah pemicu kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, kata Arsyadjuliandi, sejak awal dia telah berkoordinasi dengan seluruh Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkompinda) untuk menata ulang pengelolaan gambut.

    Menurut Arsyadjuliandi, pemerintah bersama kepolisian, TNI, dan swasta telah membuat sekat kanal,  seperti yang diperintahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sebanyak 385 unit diselesaikan oleh kepolisian, 494 unit oleh perusahaan, dan 151 unit dibangun pemerintah daerah.
    "Sedangkan TNI telah membentuk tenaga pembina desa berjumlah 150 orang. Kemudian Kejaksaan terus sosialisasi penegakan hukum," ujarnya. (Baca: 2016, Riau Siapkan Rp 123 Miliar untuk Antisipasi Kabut Asap)

    Kebakaran lahan marak terjadi di sejumlah daerah di Riau dalam dua pekan terakhir. Di Bengkalis, lahan yang terbakar mencapai 100 hektare. Sedangkan di Meranti ditemukan 50 hektare kebun sagu milik warga yang juga turut terbakar.

    Kepolisian Daerah Riau mencatat, secara keseluruhan, hutan terbakar di Riau pada 2016 mencapai 222,5 hektare dan sebanyak 20 orang telah ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan. (Baca juga: Nazir Foead Paparkan Strategi Pencegahan Kebakaran Hutan)

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?