Getaran Gempa Malang Terasa hingga Lumajang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Lumajang - Gempa yang berpusat di Malang pada Rabu siang, 2 Maret 2016, rupanya terasa hingga wilayah Lumajang. Warga di Kecamatan Tempursari dan Pasirian, Kabupaten Lumajang, merasakan getaran gempa yang berkekuatan 5,2 pada skala Richter tersebut.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Hendro Wahyono mendapat laporan dari para warga yang merasakan getaran gempa tersebut.

    "Warga dua kecamatan yang merasakan getaran," kata Hendro dihubungi Tempo, Rabu siang ini. Kendati merasakan getaran tersebut, tapi tidak ada kepanikan dari masyarakat. (Baca: Malang Diguncang Gempa 5,2 SR)

    Agus, warga Desa Condro, Kecamatan Pasirian, mengatakan getaran tersebut. "Getaran kecil saja. Itu pun tidak lama," kata Agus dihubungi Tempo. Agus memperkirakan getaran gempa ini kemudian agak kencang di daerah pesisir Selatan. "Mungkin di daerah pesisir yang terasa agak kencang," ujarnya. 

    Hal senada juga dituturkan Samsul, warga Kecamatan Tempursari yang berbatasan dengan Kabupaten Malang. "Tidak ada laporan kepanikan di tengah warga," kata Samsul. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BPBD Lumajang menyebutkan gempa berkekuatan 5,2 skala Richter terjadi pukul 13.09 WIB. (Baca: Gempa Malang Picu Kepanikan di Blitar)

    Pusat gempa berada di 8.95 LS, 112.51 BT (81 kilometer barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kedalaman gempa 19 kilometer. Gempa dirasakan di Karangkates dengan skala IV MMI, Blitar III MMI, Yogyakarta II-III MMI, Malang III-IV MMI, Bantul dan Nganjuk II-III MMI, Tulungagung III MMI, serta Lumajang dan Trenggalek II MMI.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.