Polisi Temukan Senjata Anti-Tank Seusai Baku Tembak di Poso

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian dari Densus 88 menggeledah rumah teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, 28 Januari 2016. Penggeldahan tersebut diduga terkait aksi Bom Thamrin. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Petugas kepolisian dari Densus 88 menggeledah rumah teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, 28 Januari 2016. Penggeldahan tersebut diduga terkait aksi Bom Thamrin. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan polisi menemukan senjata anti-tank seusai baku tembak dalam Operasi Gabungan Tinombala di Poso, Senin, 29 Februari 2016.

    "Senjata anti-tank berkaliber 12,6 milimeter ditemukan dan telah disita. Tapi kami belum bisa memastikan asal senjata tersebut," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 2 Maret 2016.

    Anton menuturkan, hingga saat ini, polisi belum bisa menelusuri asal-usul senjata tersebut. Pasalnya, dalam baku tembak yang terjadi itu, teroris yang bersangkutan tewas. Seorang polisi juga tewas dalam insiden tersebut.

    Meski menyebutkan ada kemungkinan senjata tersebut berasal dari negara lain, Anton tetap belum bisa memastikannya. "Belum ada yang tertangkap hidup. Dulu ketahuan. Ada yang dari Filipina, Aceh, dan Suriah," ujarnya.

    Pasukan gabungan TNI-Polri menjalankan Operasi Tinombala di Poso. Dalam operasi tersebut, terjadi baku tembak antara TNI-Polri dan kelompok teroris yang diduga sebagai jaringan Santoso. Baku tembak terjadi sejak Minggu, 28 Februari, hingga Senin, 29 Februari 2016.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.