Densus 88 Tangkap Lagi 4 Pria Terkait Bom Thamrin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian dari Densus 88 menggeledah rumah teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, 28 Januari 2016. Penggeldahan tersebut diduga terkait aksi Bom Thamrin. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Petugas kepolisian dari Densus 88 menggeledah rumah teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, 28 Januari 2016. Penggeldahan tersebut diduga terkait aksi Bom Thamrin. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan Detasemen Khusus Antiteror (Densus 88) telah menangkap dua orang terduga teroris di Malang, Jawa timur pada Senin, 29 Februari 2016 dinihari. Keduanya ditangkap karena diduga terlibat dalam bom Thamrin pada Januari lalu.

    Kedua pria ini adalah KW alias S, 43 tahun dan DA alias S, 24 tahun. Keduanya diketahui sebagai warga Madiun. Mereka ditangkap di Makam Setyo Setuhu, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

    "Mereka diduga memiliki keterkaitan dengan bom Thamrin, tapi peran pastinya masih dalam pendalaman dan penyelidikan," kata Anton kepada wartawan di Mabes Polri Jakarta, Rabu, 2 Maret 2016.

    Anton juga menjelaskan, sebelum terjadinya bom Thamrin, mereka pernah berkumpul di daerah Batu, Malang dan sudah mengetahui akan ada bom di Thamrin. "Mereka sebelumnya pernah kumpul di Batu dan turut merencanakan bom di Thamrin," ujarnya.

    Selain itu, Anton membenarkan penangkapan dua pria terduga teroris lainnya di Stasiun Kroya, Cilacap, Jawa Tengah di hari yang sama. Dua pria yang ditangkap di Cilacap diketahui bernama Pujianto alias Raider Bakiyah, 35 tahun, warga Jalan Raya Timur Pasar, Desa Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Seorang lagi bernama Panji Kokoh Kusumo alias Latif alias Gajah alias Fahri, 37 tahun, asal Kampung Karangrejo, Kelurahan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. 

    Dari para terduga teroris ini, disita tiga senjata api jenis revolver organik, puluhan butir peluru, kartu tanda penduduk, dan memory card. Kendati demikian, Anton masih enggan memerinci lebih lanjut perihal keberadaan mereka saat ini.

    Sebelumnya, pada Jumat malam, 19 Februari 2016, Densus 88 sudah menangkap lima pria di dalam satu mobil saat melintas di Jalan Raya Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Hingga kini polisi tak memerinci tuduhan terhadap semua orang yang ditangkap itu dalam kasus terorisme. 

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?