Blitar Geger, Heboh Sumur Ajaib di Rumah Janda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berebut mendapatkan air panas dari sumur milik Jamini di Desa Demangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, 2 Maret 2016. Mereka meyakini air sumur bisa menyembuhkan berbagai penyakit. TEMPO/Hari Tri Wasono

    Warga berebut mendapatkan air panas dari sumur milik Jamini di Desa Demangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, 2 Maret 2016. Mereka meyakini air sumur bisa menyembuhkan berbagai penyakit. TEMPO/Hari Tri Wasono

    TEMPO.COBlitar - Warga di Desa Dermojayan, Kabupaten Blitar, digegerkan dengan munculnya air panas dari sumur milik seorang janda. Dalam waktu singkat, sumur itu dibanjiri pengunjung yang mempercayainya sebagai sumur tiban.

    Sejak Selasa, 1 Maret 2016, sumur tua milik Jamini, janda 59 tahun di Dusun Demangan, RT 04 RW 02, Desa Dermojayan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, itu dibanjiri pengunjung. Mereka ingin menyaksikan sumur tiban yang mengeluarkan air panas dan diyakini dapat menyembuhkan penyakit. 

    Menurut pantauan Tempo, keramaian ini terlihat sejak kemarin sore hingga siang ini. Ratusan orang telah mendatangi sumur milik Jamini dengan berbagai tujuan. Sebagian ada yang penasaran dan ingin melihat langsung wujud air sumur yang keruh dan panas itu, sementara pengunjung lain ingin menyembuhkan penyakit.

    Posisi sumur yang terletak tepat di tepi jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Blitar-Kediri tersebut dengan cepat mengundang perhatian warga. Apalagi lokasi itu tak pernah sepi dikerubuti orang hingga membuat kendaraan yang melintas berhenti sejenak. 

    “Sampai tadi malam masih banyak orang yang bergerombol di tepi sumur,” kata Siti Ropipah, anak perempuan Jamini, yang tinggal bersebelahan dengan ibunya, Rabu, 2 Maret 2016.

    Sebelum mengeluarkan panas dan berubah menjadi cokelat, sumur itu dipergunakan ibunya untuk mandi dan memasak setiap hari. Air sumur terasa panas dan berubah warna sejak empat hari lalu tanpa diketahui penyebabnya. Air itu juga mengeluarkan aroma tak sedap mirip air yang terkontaminasi besi berkarat. 

    Karena takut, Jamini memutuskan tak lagi menimba sumur berkedalaman 10 meter dengan diameter 120 sentimeter itu. Dia lalu menumpang mandi di rumah Siti hingga sekarang.

    Banyaknya pengunjung yang mendatangi tempat itu memicu praktek mengambil untung dari beberapa warga. Sejak Rabu pagi, area di sekitar sumur telah ditutup dinding bambu atau sesek untuk mengatur akses masuk. Tepat di depan pintu masuk, tertata deretan botol bekas air mineral ukuran 1 liter yang dijual seharga Rp 1.000 per botol. Botol tersebut ditawarkan kepada pengunjung yang hendak mengambil air dari tempat itu.

    Tak berhenti di situ, jika sehari sebelumnya pengunjung bebas menimba sendiri air dari sumur, kini seorang warga yang mengaku kerabat Jamini telah mengambil alih. Pria bernama Tholib, yang oleh masyarakat sekitar dikenal sebagai dukun, tak henti menjelaskan khasiat air sumur yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit itu. 

    Alhasil, tak sedikit pengunjung yang meminta ditimbakan air untuk dioles pada bagian tubuh yang sakit. Sedangkan untuk warga yang tak bisa mendekat ke bibir sumur karena banyaknya antrean disediakan timba bekas wadah cat ukuran 20 kilogram yang telah diisi air sumur. Mereka bisa merendam kaki atau sekadar memasukkan tangan untuk merasakan panasnya air tersebut. 

    “Coba bayangkan, panasnya dari mana kalau bukan dipengaruhi hal gaib? Semoga yang punya penyakit segera disembuhkan,” ujar Tholib berulang-ulang kepada pengunjung. 

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.