18 Titik Panas Terpantau di Riau, Bengkalis Terbanyak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI dibantu relawan memadamkan kebakaran lahan gambut di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, 8 September 2015. Jumlah titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera mulai menurun. Satelit Tera dan Aqua hanya memantau 39 titik panas di wilayah tersebut. Jauh lebih kecil dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 413 titik. ANTARA/Rony Muharrman

    Personel TNI dibantu relawan memadamkan kebakaran lahan gambut di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, 8 September 2015. Jumlah titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera mulai menurun. Satelit Tera dan Aqua hanya memantau 39 titik panas di wilayah tersebut. Jauh lebih kecil dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 413 titik. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.COPekanbaru - Satelit Tera dan Aqua terus memantau perkembangan titik panas yang diindikasikan sebagai kebakaran hutan dan lahan di Riau. Dari hasil pemantauan ditemukan 18 titik panas. Bengkalis masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak, yakni sepuluh titik.

    "Titik panas terpantau pukul 07.00," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Sugarin, Rabu, 2 Maret 2016.

    Sugarin mengatakan satelit Tera dan Aqua memantau lima titik panas di Siak, satu titik di Meranti, satu titik di Inhil, dan satu titik di Pelalawan. "Tingkat kepercayaan titik panas di Riau di atas 70 persen atau 12 titik," ujarnya.

    Sugarin menjelaskan, secara umum, cuaca di wilayah Riau cerah berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan tidak merata terjadi di wilayah Riau bagian tengah dan selatan. "Temperatur maksimum 31.0-33.5 derajat Celsius," tuturnya.

    Meski demikian, kebakaran lahan di Riau belum mempengaruhi kualitas udara di sejumlah daerah, seperti Pekanbaru 7 kilometer, Dumai 7 kilometer, Pelalawan 6 kilometer, dan Rengat 5 kilometer.

    Kebakaran lahan dua pekan terakhir marak terjadi di sejumlah daerah di Riau. Di Bengkalis, lahan terbakar mencapai lebih dari 100 hektare. Sedangkan di Meranti, 50 hektare kebun sagu warga turut terbakar. Dua daerah ini telah meningkatkan status menjadi siaga kebakaran lahan. 

    Kepolisian Daerah Riau mencatat, secara keseluruhan, hutan yang terbakar di Riau pada 2016 mencapai 222,5 hektare. "Kebanyakan hutan terbakar di lahan gambut," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo.

    Guntur mengatakan sekitar 20 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka di semua daerah di Riau. Untuk mengantisipasi kebakaran lahan, kata dia, kepolisian, dibantu TNI dan Forum Masyarakat Gotong-Royong, hingga kini terus berupaya membangun sekat kanal di semua kanal lepas di Riau. Tujuan pembangunan sekat kanal agar gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar. 

    "Hingga kini kepolisian resor di daerah telah membangun sekat kanal 384 unit secara gotong-royong bersama warga dan TNI," katanya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.