Tiga Partai Besar Ini Berkoalisi di Pilkada Kota Tasikmalaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas merapikan logistik Pilkada di Gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, Jawa Barat, 12 November 2015. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Petugas merapikan logistik Pilkada di Gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, Jawa Barat, 12 November 2015. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat berkoalisi di pemilihan kepala daerah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Koalisi tiga partai yang menamakan diri Koalisi Perubahan ini menghasilkan 13 kursi di DPRD.

    "(Mengusung pasangan calon) minimal 9 kursi DPRD, alhamdulillah kami sudah sah secara administrasi, bisa daftar ke KPUD dan usung pasangan calon," kata Ketua DPD Golkar Kota Tasikmalaya, Noves Narayana, saat jumpa pers di Rumah Makan Asep Strawbery Tasikmalaya, Selasa 1 Maret 2016.

    Sebelum menyatakan koalisi, Noves mengatakan, para ketua partai tersebut mengadakan pertemuan. Hasil pertemuan, mereka sepakat berkoalisi di pilkada tahun depan. "Semangatnya kita ingin berbuat yang terbaik bagi Kota Tasikmalaya," kata Noves.

    Dia mengatakan, Golkar menyadari hanya punya 5 kursi DPRD, Gerindra 4 kursi, dan Partai Demokrat 4 kursi. Apabila partai bergerak masing-masing maka tidak akan bisa mengusung pasangan calon. "Oleh karenanya, kami berkoalisi," ujarnya.

    Disinggung calon walikota yang akan diusung, Noves menggatakan, sampai saat ini koalisi tiga partai ini belum menentukan cawalkot. Kata dia, mereka sepakat dan sepaham untuk tidak memunculkan dahulu nama cawalkot sebelum waktunya tiba. "Belum ada. (Cawalkot) Itu akan dibahas setelah terbentuk koalisi ini. Kita juga membuka kepada siapapun yang hendak daftar ke kita," jelasnya.

    Ketua DPC Gerindra Kota Tasikmalaya Nandang Suryana menambahkan, koalisi ini terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung. Asalkan, kata dia, mempunyai visi misi yang sama, yakni perubahan.

    "Terutama perubahan kebijakan pembangunan ekonomi. Kalau yang sekarang ini kebijakan ekonomi Kota Tasikmalaya hanya berpihak kepada sebagian orang atau segelintir manusia, tidak kepada masyarakat banyak," kata dia.

    Nandang mencontohkan, saat ini banyak terdapat minimarket di Kota Tasikmalaya. Keberadaan minimarket akan menghilangkan pedagang kecil.

    "Dulu zaman walikotanya Pak Syarif, minimarket hanya boleh ada dua tiap kecamatan. Sekarang banyak minimarket di sini," katanya.

    Nandang sepakat dengan upaya pemerintah mendatangkan investor. Namun, kata dia, harus diingat investor hanya sebagai penyertaan modal, bukan sebagai penguasa pasar. "Jangan jadi penguasa pasar," ujarnya.

    Sebelumnya, bursa calon walikota Tasikmalaya mulai menghangat. Walikota, dan wakil walikota inkumben menyatakan diri siap menjadi calon walikota di pilkada nanti. Selain itu, ada pula calon dari birokrat yang siap maju di pilkada.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.