Agung Laksono Dukung KPK Awasi Proses Munaslub Golkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agung Laksono menggelar konferensi pers untuk mendeklarasikan Airlangga Hartarto (batik kuning) sebagai Calon Ketua Umim Partai Golkar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, 1 Maret 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    Agung Laksono menggelar konferensi pers untuk mendeklarasikan Airlangga Hartarto (batik kuning) sebagai Calon Ketua Umim Partai Golkar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, 1 Maret 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Politisi Partai Golkar Agung Laksono mendukung tawaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin mengawasi jalannya proses musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar.

    "Itu positif ya, karena sebaiknya memang harus transparan dan akuntabel," kata Agung, saat ditemui usai menghadiri konferensi pers deklarasi bakal calon ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, di Hotel Sahid Jaya, Selasa, 1 Maret 2016.

    Kemarin, wakil Ketua KPK Saut Situmorang, menawarkan lembaganya ikut serta dalam proses munaslub. Menurut dia, hal itu sebagai bentuk pencegahan adanya politik uang dalam proses pemilihan calon ketua umum Golkar.

    Saut mengatakan dia bercermin dari kasus yang menjerat Anas Urbaningrum, mantan sekretaris jenderal Partai Demokrat. Pada saat itu, banyak praktik politik uang yang digunakan Anas agar menang dalam bursa ketua umum Partai Demokrat.

    Pemilihan Ketua Umum Golkar akan dilakukan dalam munaslub yang rencananya digelar pada pertengahan April 2016.

    Beberapa kader Golkar yang digadang-gadang akan maju adalah Ade Komaruddin, Idrus Marham, Agus Gumiwang Kartasasmita, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, Setya Novanto, Aziz Syamsuddin, Syahrul Yasin Limpo, Roem Kono, dan juga Mahyudin.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.