Layanan Pengadaan Elektronik, Bupati Batang Terima ISO 27001

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo memberikan sambutan usai menerima Penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2015 di Jakarta, 5 Nopember 2015. TEMPO/Frannoto

    Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo memberikan sambutan usai menerima Penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2015 di Jakarta, 5 Nopember 2015. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Batang - Pemerintah Kabupaten Batang kembali menerima sertifikat ISO 27001 dari lembaga sertifikasi internasional ACS Registrars untuk tahun 2015. Sebelumnya, penghargaan serupa juga diraih Pemkab Batang pada 2013. Batang dinilai mampu menjaga standar keamanan informasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang berintegritas.

    Penghargaan itu diberikan kepada Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo, Senin, 29 Desember 2016. Yoyok mengatakan keberhasilan Pemerintah Batang ini karena sumber daya manusia yang mumpuni. "Bukan hanya karena sistem. Sebab, sistem tanpa SDM yang baik maka tidak akan berhasil," kata Yoyok kepada Tempo, Senin 29 Februari 2016.

    Yoyok menambahkan, selain LPSE, pihaknya juga sangat memperhatikan independensi dan kualitas pelayanan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Unit Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (UPKP2). “Saya tidak akan masuk dalam LPSE maupun ULP, apalagi menintervensi. Saya juga melarang saudara saya maupun tim sukses saya untuk ikut cawe-cawe ke sana. Ini demi independensi dua lembaga itu," ujar peraih Bung Hatta Anti-Corruption Award 2015 ini.

    Menurut Yoyok, berbeda dengan kota-kota besar yang memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai puluhan triliun, Batang merupakan daerah dengan APBD yang relatif kecil yakni Rp 1,4 triliun. Namun mampu melakukan efisiensi dengan menggunakan LPSE.  "Kami berbeda dengan Bandung, Jakarta atau Surabaya. PAD (pendapatan asli daerah) kami hanya 130 miliar. Tapi serapan anggarannya bisa maksimal mencapai 90 persen," kata dia.

    Yoyok berujar, sejak kepemimpinannya, PAD Kabupaten Batang meningkat hingga 300 persen. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor Batang kembali meraih penghargaan bergengsi itu. "Transparansi dan serapan anggaran menjadi prioritas kami. Dengan begitu rakyat Batang bisa menjadi tuan di tanahnya sendiri," katanya.

    Perwakilan dari ACS Registrars Indonesia, Daniel Primawanto, mengatakan sertifikat ISO diberikan  karena menilai LPSE di Batang memiliki kerahasiaan, yakni hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang. Selain itu, LPSE Batang juga memberikan informasi yang lengkap dan akurat. "LPSE juga mampu memastikan ketersediaan informasi dapat diakses oleh pihak yang berwenang jika dibutuhkan," kata dia.

    Selain Batang, daerah lain yang mendapatkan penghargaan serupa adalah Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.