Toilet Sekolah Negeri di Yogyakarta Dibangun Sekelas Hotel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa SD Negeri Kyai Mojo yang mengikuti UN berbaris terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan, di Yogyakarta, 18 Mei 2015. Ujian nasional tingkat sekolah dasar dilaksanakan hingga Rabu, 20 Mei 2015. TEMPO/Pius Erlangga.

    Sejumlah siswa SD Negeri Kyai Mojo yang mengikuti UN berbaris terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan, di Yogyakarta, 18 Mei 2015. Ujian nasional tingkat sekolah dasar dilaksanakan hingga Rabu, 20 Mei 2015. TEMPO/Pius Erlangga.

    TEMPO.COYogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta akan memperbaiki prasarana sekolah, khususnya toilet dan fasilitas lain, untuk jenjang taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama tahun ini.

    “Mulai tahun ini, kami bangun toilet sekolah di atas standar nasional, setidaknya mendekati kelas hotel,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edi Heri Suasana di sela pembahasan pembangunan sarana sekolah di DPRD Kota Yogyakarta, Selasa, 1 Maret 2016.

    Penetapan standar hotel untuk toilet sekolah menjadi salah satu fokus. Sebab, faktor kebersihan lingkungan sekolah juga diukur dari kondisi toilet atau kamar mandi yang dimiliki.

    Edi menjelaskan, toilet sekolah yang akan dirombak seperti hotel sifatnya menyeluruh. Dari dinding, lantai, perlengkapan mandi, hingga pemilahan ruang kamar mandi jenis kering (tanpa bak). Shower dan WC duduk pun akan menghiasi toilet sekolah negeri di Yogya ini. “Untuk sekolah inklusi, sarana pendukung anak berkebutuhan khusus juga turut dibangun sesuai kebutuhan,” kata Edi.

    Dari sepuluh sekolah yang jadi prioritas pembangunan tahun ini, sebagian besar merupakan sekolah inklusi. Seperti SD Balerejo dan SD Pujokusuman. Di sekolah ini akan turut dibangun lantai dengan guidance block serta ramp (kemiringan lantai pengganti tangga). “Dengan fasilitas memadai ini, aspek kebersihan dan kesehatan makin mudah tercapai,” tuturnya.

    Pembenahan juga meliputi fasad sekolah agar sesuai dengan karakter Yogya. “Fasad sekolah di satu kecamatan diseragamkan sesuai potensi keunggulan wilayah itu,” ucapnya.

    Proyek pembenahan dan pengembangan infrastruktur sekolah ini dipastikan sepenuhnya dengan dana pemerintah. “Tidak ada yang namanya dibebankan kepada siswa. Sekolah pun dilarang keras menarik pungutan karena ini sepenuhnya dari APBD,” ujarnya.

    Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Hari Setya Wacana menuturkan estimasi biaya dalam proyek pembenahan infrastruktur ini berkisar Rp 300 juta hingga Rp 1,6 miliar per sekolah. “Ada sekolah yang sudah baik infrastrukturnya, maka biaya lebih kecil yang dialokasikan,” kata Heri.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.