Begini Tes Urine ala TNI, Pintu WC Tak Boleh Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BNN memeriksa sampel urine dalam tes penggunaan narkotika milik anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat di Bandung, 6 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas BNN memeriksa sampel urine dalam tes penggunaan narkotika milik anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat di Bandung, 6 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bangkalan - Sebanyak 62 personel Komando Distrik Militer 0829 Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menjalani tes urine. Tes urine dilakukan tim medis Komando Resor Militer (Korem) 084 Bhaskara Jaya seusai acara pengarahan Danrem Bhaskara Jaya yang baru, Kolonel CZI Denny Herman, di Aula Kodim Bangkalan pada Selasa, 1 Maret 2016.

    "Anggota yang dites urine dipilih secara acak," kata Komandan Korem Bhaskara Jaya Kolonel Denny Herman.

    Menurut dia, tes urine ini digelar untuk mencegah anggota TNI terlibat penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pemakai dan pengedar. Namun, Denny menegaskan, tes tersebut tidak berkaitan dengan peristiwa penangkapan sejumlah anggota TNI oleh Badan Narkotika Nasional beberapa waktu lalu. "Ini agenda rutin, tiap tiga bulan," ujarnya.

    Denny melanjutkan, apabila ada anggota yang positif memakai narkoba, sanksinya adalah pemecatan. Sepanjang Januari-Februari 2016, kata dia, seorang anggota Kodim Sampang telah dipecat langsung oleh Pangdam V Brawijaya. "Dalam waktu dekat dua anggota menyusul dipecat karena narkoba," katanya tanpa merinci asal kesatuannya.

    Baca juga: Narkoba di Perumahan Kostrad Libatkan 18 Tentara

    Komandan Kodim Bangkalan Letnan Kolonel Sunardi Isnanto mengatakan tes urine ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Selama menjabat Komandan Kodim Bangkala, tes urine kali ini adalah yang ketiga kali digelar. "Alhamdulillah, selama ini anggota Kodim Bangkalan bersih," katanya.

    Isnanto menegaskan sanksi untuk yang terlibat adalah pemecatan. Alat yang digunakan adalah tes kilat, sehingga hasilnya langsung diketahui dalam hitungan menit. "Kalau tidak ditindak, komandannya yang dipecat, jadi pasti kami pecat kalau terlibat narkoba," katanya.

    Pantauan Tempo, proses pengambilan urine berjalan lancar. Pengambilan urine dilakukan di kamar mandi, tapi pintunya tidak boleh ditutup. Di depan pintu ada dua anggota Polisi Militer berjaga memastikan urine yang diambil tidak dicampur dengan air.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?