Pagi Ini, Satelit Pantau 38 Titik Panas di Riau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau titik api melalui layar pemantau di Posko Kebakaran Lahan dan Hutan di Manggala Wanabakti, Jakarta, 22 September 2015. Pembakaran lahan secara ilegal ini telah mengakibatkan kebakaran hutan dan kabut asap di Riau dan Kalimantan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Petugas memantau titik api melalui layar pemantau di Posko Kebakaran Lahan dan Hutan di Manggala Wanabakti, Jakarta, 22 September 2015. Pembakaran lahan secara ilegal ini telah mengakibatkan kebakaran hutan dan kabut asap di Riau dan Kalimantan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COPekanbaru - Satelit Tera dan Aqua kembali memantau lonjakan titik panas di sejumlah wilayah Riau, yang mencapai 38 titik. Titik api cenderung meningkat dari hari sebelumnya yang sempat turun dua titik. 

    "Titik panas terpantau pukul 07.00," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru Sugarin, Selasa, 1 Maret 2016. Sugarin mengatakan titik api terbanyak masih terdapat di Bengkalis 27 titik, disusul Siak delapan titik, Pelalawan dua titik, dan Indragiri Hilir satu titik. 

    Hari ini, secara umum cuaca di wilayah Riau cerah hingga berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan tidak merata terjadi di wilayah Riau bagian barat, tengah, dan selatan. "Temperatur maksimum 31.0-33.0 derajat Celsius," ujarnya.

    Kendati jumlahnya meningkat, titik panas belum menimbulkan kabut asap di Riau. Jarak pandang dinilai normal di beberapa wilayah, seperti Pekanbaru 8 kilometer, Rengat 6 km, Dumai 6 km, dan Pelalawan 6 km. 

    Sejak dua pekan terakhir, kebakaran lahan marak terjadi di wilayah pesisir timur Riau, menyusul musim kemarau yang melanda daerah itu. Di Bengkalis, kebakaran lahan gambut terus meluas hingga 45 hektare lebih. 

    Titik panas baru kerap muncul di setiap kecamatan. Begitu juga di Kepulauan Meranti. Seluas 50 hektare kebun sagu warga ludes terbakar di Desa Kayu Ara, Kecamatan Tebing Tinggi. 

    Cuaca panas dan tata pengelolaan gambut yang masih buruk dituding sebagai penyebab kebakaran lahan. "Api dipicu adanya aktivitas pembersihan lahan oleh warga," tutur Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Meranti Mahmud Murod.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger mengatakan Bengkalis dan Kepulauan Meranti sudah meningkatkan status siaga untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan menyusul masuknya musim panas. 

    Musim panas di Provinsi Riau membuat titik api semakin luas dan membakar kawasan lahan gambut. Namun kebakaran lahan belum menimbulkan kabut asap. "Dua daerah sudah menyatakan siaga," ucapnya.

    Menurut Sanger, Pemerintah Provinsi Riau segera melakukan koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk penambahan kekuatan antisipasi berupa helikopter water bombing dan perlengkapan pemadam. "Dengan status siaga, kita akan mudah meminta bantuan helikopter," ujarnya.

    Sanger menyebutkan upaya pencegahan terus dilakukan pemerintah daerah bersama kepolisian dan TNI dengan membangun sekat kanal dan embung. "Pembangunan sekat kanal terus berjalan." 

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.