Banjir Sampang Surut, Leptospirosis Ancam Warga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Saiful Bahri

    ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.COSampang - Banjir yang melanda pusat Kota Kabupaten Sampang, Jawa Timur, telah surut, Senin, 29 Februari 2016. Jalan utama di Kota Sampang menuju Surabaya atau Kecamatan Omben sudah bisa dilalui kendaraan. Hanya tinggal genangan-genangan kecil setinggi 30 sentimeter seperti terlihat di Jalan Imam Bonjol dan Melati di Kelurahan Delpenang.

    Meski surut, para korban banjir masih waswas. Mereka takut terserang penyakit leptospirosis seperti yang terjadi di Sampang pada 2013. Sembilan orang tewas akibat virus yang disebabkan oleh kencing tikus tersebut. "Saya langsung membersihkan semua perabot pakai sabun, anak-anak juga habis main cuci tangan, takut kena leptospirosis," kata Hera, warga Jalan KH Agus Salim, RT 01 RW 01.

    Hera juga berharap Dinas Kebersihan segera mengangkut sampah yang terbawa banjir dan kini menumpuk di selokan. "Itu lihat, selokan penuh sampah. Kalau tidak diangkut jadi sumber penyakit," ujarnya.

    Kepala Dinas Kesehatan Sampang Firman Pria Abadi membenarkan pihaknya juga mengantisipasi munculnya leptospirosis. Mulai besok, seluruh tim medis di dinas kesehatan dan puskesmas akan dikerahkan ke rumah-rumah warga korban banjir untuk mencari warga yang menderita demam. Salah satu ciri orang yang terjangkit leptospirosis adalah demam tinggi.

    "Kalau ada yang demam, kami langsung melakukan pemeriksaan cepat untuk memastikan terjangkit leptospirosis atau tidak," kata Firman.

    Bila ada yang positif terjangkit, lanjut Firman, penderita akan langsung diberi obat khusus leptospirosis. Kondisi akan dipantau penuh sesuai dengan masa inkubasi virus leptospirosis, yaitu tiga hari sampai satu minggu.

    Namun Firman meminta para warga harus proaktif dan jangan menunggu tim medis datang. "Kalau sudah merasa demam, segera ke dokter agar segera diobati." 

    Yang terpenting lagi, lanjut Firman, adalah membersihkan rumah dengan cairan khusus risol dan desinfektan. Kendalanya, Dinas Kesehatan Sampang tidak memiliki cukup stok cairan khusus tersebut untuk dibagikan kepada warga. "Kalau bisa, ada pihak ketiga yang mau membantu pengadaan risol untuk korban banjir," ucapnya.

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa juga meminta Menteri Kesehatan melakukan antisipasi yang diperlukan agar leptospirosis tidak kembali terjadi di Sampang, seperti memberikan bantuan obat-obatan. "Leptospirosis jangan dianggap remeh, penyebarannya cepat," tuturnya. 

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.