Doyan Malak dan Ngelem, 5 Pelajar Diciduk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak jalanan ngelem. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Anak jalanan ngelem. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COMakassar - Kepolisian menciduk lima pelajar yang doyan memalak dan mengisap lem di depan minimarket di Jalan Korban 40 Ribu Jiwa, Kecamatan Tallo, Makassar, Senin, 29 Februari 2016. Lima remaja itu terjaring dalam operasi premanisme yang gencar dilaksanakan aparat kepolisian sepekan terakhir. Anak-anak ini adalah warga Jalan Korban 40 Ribu Jiwa, Jalan Rappokalling, dan Jalan Daeng Tantu. 

    Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan lima pelajar yang dicokok tersebut adalah IR, 12 tahun, RE (15), AM (12), AL (12), dan AK (12). Mereka masih duduk di bangku sekolah menengah pertama di Kota Daeng. "Kelimanya diamankan di Markas Kepolisian Sektor Tallo untuk dilakukan pendataan dan pembinaan," kata Barung, Senin, 29 Februari. 

    Barung mengatakan lima pelajar itu diamankan aparat kepolisian atas laporan masyarakat dan kepala toko minimarket, Rahmat, 24 tahun. Kepada polisi, Rahmat mengeluhkan tindakan para remaja itu yang kerap meresahkan pengunjung minimarket. "Mereka suka malak dengan modus meminta uang parkir dan sering isap lem di depan minimarket," ucapnya. 

    Tindakan para pelajar yang kerap memalak dan mengisap lem di depan umum itu, kata Barung, tidak boleh dibiarkan terus terjadi. Ia mengatakan semua pihak mesti mengambil peran dalam hal pembinaan terhadap anak-anak itu sebelum tindakan mereka semakin melenceng ke arah perbuatan melawan hukum. 

    Barung mengatakan peran orang tua dalam keluarga dan guru di sekolah sangat dibutuhkan untuk membina dan mendidik anak-anak yang mulai melakukan perbuatan menyimpang. "Pengawasan harus dilakukan. Jangan sampai menyesal pada kemudian hari ketika sudah berurusan dengan hukum atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, deteksi dini dan langkah pencegahan mesti diutamakan," ucapnya. 

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.