Margriet Divonis Seumur Hidup, LPSK: Hakim Sudah Benar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Margriet Cristina Megawe dikawal ke ruang sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, 4 Februari 2016. Margriet dijerat dengan pasal berlapis yakni, pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak yang merupakan perubahan perubahan UU Nomor 23 tahun 2002. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Margriet Cristina Megawe dikawal ke ruang sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, 4 Februari 2016. Margriet dijerat dengan pasal berlapis yakni, pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak yang merupakan perubahan perubahan UU Nomor 23 tahun 2002. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendukung vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, terhadap terdakwa Margriet Christina Megawe, 60 tahun yang terbukti membunuh anak angkatnya Engeline, 8 tahun, pada 16 Mei 2015. “Vonis hakim mampu mewakili luka masyarakat,” tutur Wakil Ketua LPSK, Lies Sulistiani kepada wartawan, Senin, 29 Februari 2016.

    Lies menilai vonis yang dijatuhkan majelis hakim yang dipimpin Edward Haris Sinaga itu sudah tepat. Margriet terbukti bersalah dan divonis penjara seumur hidup. Menurut dia, pembunuhan terhadap Engeline sangat memukul perasaan keluarga dan masyarakat.

    Tak hanya itu. Lies menilai vonis tersebut dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku kekerasan terhadap anak. “Poinnya, kekerasan terhadap anak itu membuat luka di masyarakat, bukan cuma bagi ibu atau keluarga kandungnya,” kata Lies.

    Lies berpendapat, jatuhnya vonis maksimal terhadap Margriet dikarenakan alat bukti yang disajikan jaksa tersedia cukup lengkap. Satu di antaranya adalah keterangan saksi yang memberatkan Margriet. Saksi berani berterus terang, salahsatunya karena LPSK telah memberikan jaminan perlindungan.

    Karena itulah, kata Lies, keterangan saksi dalam sidang pembunuhan Engeline sangat berkualitas. Kualitas kesaksian itu membuat hakim dapat mempertimbangkan putusannya secara lebih bijak.

    Selain memvonis Margriet C Megawe dengan pidana penjara seumur hidup, majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar juga menjatuhkan vonis 10 tahun penjara bagi terdakwa Agus Tae Hamda May. Dia dinilai terbukti terlibat membantu pembunuhan berencana terhadap Engeline.

    Kasus ini menjadi sorotan publik setelah Margriet dan keluarganya mengirim berita soal hilangnya anak angkat mereka, Engeline, di media sosial.Karena simpati, berbagai pihak pun berbondong-bondong mencarinya. Hingga pada akhirnya polisi menemukan petunjuk berupa mayat Engeline yang ditemukan terkubur di lubang pembuangan sampah di area rumah Jalan Sedap Malam Nomor 26, Denpasar, Bali.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.