Ridwan Kamil: Jangan Remehkan Ahmad Dhani dan Lulung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta dari Partai Gerindra Syarief (kanan) berjabat tangan dengan Musisi Ahmad Dhani (tengah) saat melakukan pertemuan di Kediaman Ahmad Dhani, Pondok Indah, Jakarta, 17 Februari 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta dari Partai Gerindra Syarief (kanan) berjabat tangan dengan Musisi Ahmad Dhani (tengah) saat melakukan pertemuan di Kediaman Ahmad Dhani, Pondok Indah, Jakarta, 17 Februari 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menilai semua tokoh yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 memiliki kans untuk menang. "Saya turut doakan Pak Adhyaksa, Pak Ahok, Pak Yusril, Ahmad Dhani, Desi Ratnasari, Haji Lulung," kata Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Senin, 29 Februari 2016.

    Pria yang biasa dipanggil Emil itu menambahkan, setiap calon tidak bisa disepelekan meski hasil survei yang dilakukan beberapa bulan ke belakang menunjukkan bahwa calon gubernur inkumben, Basuki Tjahaja Purnama, memiliki tingkat elektabilitas paling tinggi.

    Lebih lanjut, Emil mengatakan, nama-nama seperti Ahmad Dhani dan Abraham Lunggana alias Lulung tidak bisa dianggap remeh. Bisa jadi keduanya menjadi kuda hitam. Baca: Ridwan: Jokowi Ingatkan Jangan Lawan Ahok.

    "Jangan menyepelekan hanya karena urusan statistik. Percaya sama saya. Kalau takdir Allah sudah kasih jalan dengan segala cara, jadi ya, jadi. Mau di-enggak-enggak juga jadi. Tapi yang maksa ingin jadi di-iya-iya kadang-kadang tidak jadi," tuturnya.

    Artinya, Emil melanjutkan, hasil statistik yang dilakukan sebelum ajang Pilkada DKI Jakarta 2017 mulai tidak bisa dijadikan ukuran pasti. Ridwan Mundur, Lawan Ahok Tinggal Ini. "Jadi terhadap survei jangan terlalu jadi kitab. Kadang-kadang ada dinamika, apalagi kalau ada pengumuman maju. Biasanya bisa kesusul juga (elektabilitasnya)," katanya.

    Selain itu, menurut Emil, para tokoh tidak bisa mengandalkan kekayaan dalam Pilkada DKI 2017. "Demokrasi hari ini adalah demokrasi ilmiah, mau kamu punya duit berapa miliar juga kalau tidak populer tidak disukai rakyat. Demokrasi langsung itu kombinasi antara terkenal, popularitas, dan kredibilitas," ujarnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga