Remaja Pria 14 Tahun Ini Diduga Cabuli 15 Bocah Laki-laki  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan terhadap anak. TEMPO/Ary Setiawan

    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. TEMPO/Ary Setiawan

    TEMPO.CO, Garut - Seorang anak berusia 14 tahun berinisial F diduga melakukan pencabulan terhadap 15 bocah. Para korban yang semuanya masih duduk di bangku sekolah dasar itu merupakan tetangga dekat pelaku di Desa Cintanegara, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dugaan pencabulan itu terungkap dari pengakuan salah satu korban, Senin, 29 Februari 2016.

    Orang tua korban mengatakan anaknya mengaku bahwa ia telah dicabuli oleh F. Pengakuan itu muncul tanpa sengaja ketika mereka sedang menonton berita tentang kasus pencabulan yang menjerat artis Saipul Jamil di televisi. Kala itu anaknya bertanya apa arti sodomi. Setelah orang tuanya menjelaskan, anak tersebut lantas mengaku bahwa ia pernah disodomi oleh F. 

    "Perlakuan itu sudah terjadi sejak 2015," ujar salah satu orang tua korban di Markas Kepolisian Resor Garut, Senin, 29 Februari 2016. Yang lebih mengejutkan, berdasarkan pengakuan anaknya, ternyata korban pencabulan itu mencapai belasan bocah.

    Baca: Pengacara Bantah Saipul Jamil Mengaku Berbuat Cabul

    Kasus pelecehan ini telah dilaporkan sejumlah orang tua korban ke Polres Garut. Selain itu, para korban telah divisum di Rumah Sakit Umum Daerah dr Slamet Garut. Saat ini setidaknya ada 15 bocah yang mengaku menjadi korban. Namun diperkirakan masih ada anak lain yang juga menjadi korban. 

    Berdasarkan pemeriksaan sementara, F mencabuli korban di rumahnya. Ia mengiming-imingi bocah-bocah itu makanan dan uang. "Bahkan ada anak yang disekap selama satu hari," kata salah satu orang tua korban.

    Bahkan salah satu orang tua mengaku bahwa tiga dari empat anaknya telah menjadi korban F. Ia tidak menyangka F mencabuli anak-anaknya karena mereka bertetangga dekat. 

    Baca: Ibu Angkat Tak Percaya Saipul Jamil Cabuli ABG Lelaki 

    Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut Diah Kurniasari mengatakan akan memberikan pendampingan kepada para korban. Pihaknya akan mendatangkan psikolog untuk membantu pemulihan kondisi psikologis korban. "Saya harap anak-anak bisa pulih dari traumanya karena masa depan mereka masih panjang," ucapnya saat mendampingi para korban.

    Kepala Bagian Operasi Polres Garut Komisaris Polisi Wira Sutriana mengatakan saat ini polisi masih mengejar pelaku. "Besok kami akan maraton melakukan pemeriksaan dan mengembangkan penyelidikan kasus ini," ujarnya.

    SIGIT ZULMUNIR


     

     

    Lihat Juga