Ridwan Kamil Juga Temui Prabowo, Zulkifli, dan Ade Komarudin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Walikota Bandung Ridwan Kamil bertemu di Balai Kota Jakarta, 25 Februari 2016. TEMPO/Inge Safitri

    (Ki-ka) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Walikota Bandung Ridwan Kamil bertemu di Balai Kota Jakarta, 25 Februari 2016. TEMPO/Inge Safitri

    TEMPO.CO, Bandung - Sebelum memutuskan batal mengikuti Pilkada DKI 2017, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku telah mengadakan berbagai pertemuan dengan berbagai kalangan untuk mendapat masukan.

    "Dalam 3 bulan terakhir, saya mendatangi dan didatangi oleh berbagai pihak, lebih dari 20 elemen masyarakat Betawi, tokoh Jakarta, dan lain-lain," kata Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Senin, 29 Februari 2016.

    Selain elemen masyarakat, Ridwan Kamil juga menjajaki pendekatan dengan empat partai politik besar, yakni PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera.

    Di samping itu, Ridwan Kamil juga mengaku telah bertemu dengan lima tokoh nasional, seperti Presiden  Joko Widodo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua DPD Irman Gusman, serta Prabowo Subianto. "Bahkan tiga sampai empat menteri juga (dimintai saran)," ujarnya.

    Ridwan mengatakan semua tokoh dan elemen masyarakat yang memberi saran terbagi menjadi dua, yakni mendukung dan tidak mendukung.

    Namun, dari lima tokoh nasional yang ditemuinya, mayoritas menyarankan Ridwan Kamil tetap bertahan di Bandung. "Dari lima yang saya sebutkan tadi, tiga menyarankan saya tidak ikut Pilkada DKI Jakarta," ucapnya.

    Ridwan Kamil mengaku, saran yang paling besar pengaruhnya dalam menentukan keputusan batal mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017 berasal dari Presiden Joko Widodo dan ibunya.

    "Pak Presiden Jokowi yang terkuat dari sisi tokoh. Kedua, ibu saya karena saya adalah anak yang mau mendengar logika ibu yang sederhana. Ibu bilang, saya harus jadi pemimpin yang diingat karena selesai menjalankan amanah," tuturnya.



    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga