Pemda Sampang Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Akibat Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi banjir. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Sampang - Sekertaris Daerah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Puthut Budi Santoso, memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir yang merendam 13 kelurahan dan desa di wilayah Sampang sejak tiga hari lalu.

    "Ada remaja tewas di Kecamatan Jrengek, matinya karena terseret arus sungai bukan banjir," kata Puthut saat rapat koordinasi penanganan banjir Sampang dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Ahad, 28 Februari 2016.

    Remaja yang dimaksud Puthut adalah Abdurrahman, Santri Pondok Pesantren Ar-Rahmaniyah, Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik. Pada Sabtu kemarin, Abdurrahman terseret arus deras saat bermain di bantaran sungai bersama teman-temannya.

    Korban baru ditemukan pada Ahad pagi tadi dengan kondisi sudah tidak bernyawa. "Ada warga Kota Sampang juga meninggal, tapi bukan banjir, melainkan karena sakit," ungkap Puthut sebagai klarifikasi atas kabar bahwa banjir di Sampang menelan korban jiwa.

    Camat Kecamatan Jrengik, Sutrisno, membenarkan ihwal pernyataan Puthut. Menurut dia, remaja 13 tahun itu tewas karena terseret arus sungai. "Korban ditemukan mengambang 1 kilometer dari lokasi jatuh, tubuhnya tersangkut pohon," katanya.

    Setelah ditemukan, lanjut Sutrisno, jenazah korban dibawa ke puskesmas untuk kemudian dibawa ke Pondok Pesantren di Desa Panyepen untuk dimakamkan.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga