Pasar Johar Kembali Dilahap Api, Netizen Heboh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. REUTERS/Mohamed Amine ben Aziza

    Ilustrasi kebakaran. REUTERS/Mohamed Amine ben Aziza

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran kembali terjadi di kompleks Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu malam, 27 Februari 2016. Kebakaran pasar legendaris tersebut menyita perhatian masyarakat, dan ramai diperbincangkan di media sosial Twitter.

    Lewat kicauan, netizen sempat memberikan informasi lokasi yang terbakar, juga mendoakan agar kebakaran tersebut bisa segera ditangani. Ada pula masyarakat yang mempertanyakan penyebab kebakaran tersebut.

    “Kawasan Pasar Johar Semarang kembali terbakar. Kali ini api berada di Yai Baru di bagian dalam,” kicau akun @oneeone. Lokasi api yang dimaksud adalah gedung Pasar Yai Baru, yang bersebelahan dengan Pasar Johan.

    “Turut prihatin atas terbakarnya kembali #PasarJohar @KotaSMG, semoga yang tertimpa bencana diberikan kesabaran,” ujar @agi_Chexo.

    Dari informasi sejumlah netizen, warga dan pedagang setempat sempat menjadikan Masjid Agung Kauman di sebelah barat Pasar Yai sebagai penampungan. Seperti kata akun @eko_fataip, “Mesjid Kauman disulap jadi penampungan barang dagangan korban kebakaran Pasar Johar.”

    Pasar ini sebelumnya sempat terbakar pada Mei 2015. Saat itu, hampir seluruh bangunan di kompleks pasar tersebut habis terbakar. Kembalinya si jago merah ini tampaknya disayangkan sejumlah individu, seperti @YudhiTelsa, yang mengatakan “Menjelang pindahan di Pasar Johar Baru sementara, sisa pasar terbakar lagi, ada apa?”

    Terdapat pula komentar Twitter Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, lewat akun @BPBD_Semarang yang dimaksudkan untuk menenangkan warga atas peristiwa tersebut. “Kebakaran Pasar Yai Baru, kompleks Pasar Johar bisa dipadamkan,” kata akun tersebut.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.