Kosgoro Usung Empat Calon Ketua Umum Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agung Laksono. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Agung Laksono. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 menyiapkan empat kadernya untuk maju sebagai calon ketua umum Partai Golongan Karya. Mereka adalah Sahrul Yasin Limpo, Setya Novanto, Idrus Marham, dan Airlangga Hartanto. Ketua Umum Kosgoro Agung Laksono mengatakan keempat kader itu merupakan beberapa yang terbaik.

    Menurut dia, ada banyak kader Kosgoro yang terpanggil untuk maju dalam bursa calon  ketua umum Golkar. "Yang maju banyak tapi yang jadi ketua cuma satu," kata Agung saat berbicara di Musyawarah Pimpinan Nasional III Kosgoro di Jakarta, Sabtu, 27 Februari 2016.

    Agung menilai keempat sosok itu mempunyai program dan konsep yang bagus jika benar-benar bersaing di pemilihan nanti.

    Dalam Musyawarah Nasional yang dijadwalkan berjalan April mendatang, Agung berharap bisa lahir regenerasi di kepemimpinan Golkar. Namun yang lebih penting lagi ialah berjalannya Munas dengan transparan dan demokratis. Ia ingin setiap kader atau anggota melihat visi dan misi yang diusung oleh setiap kandidat. "Jangan sampai ada politik uang."

    Baca Juga: Siapa Saja Dukung Syahrul Yasin Limpo Maju di Munaslub?  

    Salah satu calon  yang diusung oleh Kosgoro, Idrus Marham menuturkan sosok ketua umum Golkar yang dibutuhkan ke depan ialah yang mempunyai kematangan sosial, intelektual, dan politik. Jika tak mumpuni dalam hal itu ia khawatir perjalanan Golkar akan menyimpang dari yang diharapkan banyak kader. "Kalau tidak matang dan lebih kepada lobi dan bargain bisa menyimpang," ucapnya.

    Idrus  tidak menjawab dengan tegas ketika ditanya sudah berapa banyak Dewan Pimpinan Daerah yang siap mengusungnya. Ia hanya menjelaskan kalau dirinya sudah berkontribusi banyak bagi partai berlambang pohon beringin itu. Salah satunya ialah ketika dirinya ditawarin jabatan menteri pada 2012, saat menjabat Sekretaris Jenderal, Idrus memilih menolaknya. "Ketika ada rencana reshuffle kabinet saya memilih fokus ke partai," tuturnya.

    Lebih lanjut, bila nantinya dipercaya menjadi ketua umum partai Idrus akan membuka peluang yang luas bagi kader yang ingin maju dalam pemilihan umum presiden. Ia beranggapan posisi sebagai ketua umum partai tidak otomatis bisa dicalonkan maju dalam Pilpres. Idrus  tidak akan segan untuk menggelar survei untuk mencari sosok pemimpin yang diharapkan rakyat.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.