Ridwan Kamil Ragu Tantang Ahok? Ternyata Ini Rahasianya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil memimpin panen aneka sayur hidrofonik di kebun perkotaan bersama warga Kelurahan Neglasari, Bandung, Jawa Barat, 31 Desember 2015. Warga diproyeksikan bisa memanen sayur setiap tiga bulan di lahan sayur perkotaan terbaik di wilayah Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil memimpin panen aneka sayur hidrofonik di kebun perkotaan bersama warga Kelurahan Neglasari, Bandung, Jawa Barat, 31 Desember 2015. Warga diproyeksikan bisa memanen sayur setiap tiga bulan di lahan sayur perkotaan terbaik di wilayah Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menunjukkan sinyal-sinyal ingin bertahan dan memimpin Kota Bandung hingga masa jabatannya habis pada 2018. Padahal ia digadang-gadang menjadi salah satu calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Kang Emil, begitu sapaan akrab Ridwan, diperkirakan menjadi penantang kuat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, gubernur inkumben yang kemungkinan bakal bertarung lagi dalam Pilkada DKI.

    BACA: 5 Sinyal Ridwan Kamil Betah di Bandung, Urung Tantang Ahok?

    Keraguan Kang Emil untuk ikut terjun ke Pilkada DKI Jakarta 2017 terungkap dalam wawancara Jumat, 26 Februari 2016. Salah satu faktor yang memberatkan, Kang Emil mengaku masih punya utang kepada warga Kota Bandung yang belum lunas. Beberapa janji politiknya di awal-awal menjabat belum dihadirkan. Salah satunya belum mampu menghadirkan fasilitas, infrastruktur, dan sarana transportasi modern.

    Jika utang-utang tersebut tidak dapat diwujudkan di Kota Bandung, tentu hal tersebut bakal mengurangi nilai jualnya saat bertarung di Ibu Kota. "sektor transportasi susah banget. Saya merasa sudah jor-joran bekerja, melobi, tapi ternyata tidak mudah. Kendalanya ada di proses surat-menyurat. Negeri ini, menurut saya, tidak bisa kompetitif dengan negara lain selama regulasi-regulasi itu menjadi hambatan."

    BACA: Diusung Tantang Ahok, Kang Emil: Ada yang Jerumuskan Saya!

    Selain itu, menurut Kang Emil, ia juga telah membentuk tim rahasia untuk melakukan survei terhadap warga Kota Bandung soal kepemimpinannya selama 3 tahun terakhir. Ternyata, mayoritas warga Bandung masih ingin dipimpin oleh alumnus University of California, Berkeley, Amerika Serikat, ini. "Hasil survei terhadap warga Bandung menunjukkan 90 persen dari mereka enggak setuju (maju Pilgub DKI Jakarta)," ucap Kang Emil.

    Akhir Januari 2016, Kang Emil mengaku telah dihubungi tiga partai besar untuk maju sebagai calon dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Tiga partai itu adalah Gerindra, PDI Perjuangan, dan Partai Keadilan Sejahtera. "Hanya memberi sinyal, tapi ya menghubungi juga sih," ujarnya di rumah dinasnya, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat, 22 Januari 2016.

    BACA: Maju Pilkada DKI, Ridwan Kamil Temui Tokoh Partai

    Kang Emil bersama Oded M. Danial memenangkan pemilihan Wali Kota Bandung pada 2013. Keduanya adalah pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera, Gerindra, dan partai non-parlemen. Mereka unggul jauh dari pasangan nomor Edi Siswadi-Erwan Setiawan yang diusung Partai Demokrat dan pasangan Ayi Vivananda–Nani Suryani, yang diusung PDI Perjuangan serta Partai Amanat Nasional.

    PUTRA PRIMA PERDANA | BC

    BERITA MENARIK
    Ahok Bangun Markas Polisi, Tito: Kamsia, Kamsia, Kamsia

    Ahok Curiga Jakarta Banjir karena Sabotase, Ini Buktinya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.