Status Jadi Waspada, Turis Tetap Boleh ke Gunung Bromo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Bromo mengeluarkan material vulkanis berupa abu terlihat dari Puncak Bukit 29, Argosari, Senduro, Lumajang, Jawa Timur, 30 Januari 2016. Lontaran material vulkanis berupa pasir dan kerikil terjadi di kawasan kaldera. Intensitas lontaran material vulkanis cenderung mengalami kenaikan pada radius 2,5 km. ANTARA/Seno

    Gunung Bromo mengeluarkan material vulkanis berupa abu terlihat dari Puncak Bukit 29, Argosari, Senduro, Lumajang, Jawa Timur, 30 Januari 2016. Lontaran material vulkanis berupa pasir dan kerikil terjadi di kawasan kaldera. Intensitas lontaran material vulkanis cenderung mengalami kenaikan pada radius 2,5 km. ANTARA/Seno

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status gunung api Bromo dari Siaga (level III) menjadi Waspada (level II). Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya menjelaskan penurunan status Waspada berlaku sejak Jumat, 26 Februari 2016 pukul 13.00 WIB.

    "Daerah bahaya juga dipersempit dari radius 2,5 kilometer menjadi radius 1 kilometer. Artinya masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 1 kilometer dari puncak kawah," katanya.

    PVMBG, menurut Sutopo, telah melaporkan penurunan status Gunung Bromo tersebut kepada BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta unsur-unsur terkait. Dengan demikian, tidak perlu ada pengungsian. "Wisatawan dapat berkunjung ke Gunung Bromo, namun tidak melakukan aktivitas di dalam radius satu kilometer,’’ ujar  Sutopo.

    Sementara itu berdasarkan pengamatan gunung api dari Pos Pengamatan Gunung api Bromo PVMBG pada 2-2-2016 pukul 18.00-00.00 WIB asap kawah teramati putih tipis, tekanan lemah, tinggi asap berkisar 100 meter dari puncak atau 2429 mdpl ke barat-barat daya. Seismik terekam tremor amplitudo maksimum 0,5-1 milimeter dominan 1 milimeter.

    Sedangkan pada 26 Februari 2016 pukul 00.00-06.00 WIB teramati asap kawah teramati putih tipis, tekanan lemah, tinggi asap berkisar 50 meter dari puncak atau 2379 mdpl ke barat-barat daya. Tercium bau belerang ringan. Seismik tremor Amax: 0,5-1 milimeter dominan 1 milimeter. Sebelumnya saat dinaikkan status Siaga (level III) pada 4-12-2015 lalu tremor amplitudo maksimum mencapai 36 milimeter.

    "Saat ini masih ada satu gunung api di Indonesia yang statusnya Awas (level IV), dua gunung berstatus Siaga (level III) dan 16 gunung yang statusnya Waspada level II)," kata Sutopo.

    Menurut Sutopo, hari ini, Jum’at 26 Februari 2016, status gunung Bromo di Jawa Timur diturunkan menjadi waspada. ‘’Setelah berdasar analisis vulkanik baik berdasar data visual dan instrumental sudah menurun,’’ kata Sutopo.

    Gunung status Awas (level IV) yaitu Gunung Sinabung, Siaga (level III) yaitu Gunung Soputan dan Gunung Karangetang; dan 16 status Waspada (level II) adalah adalah Gunung Bromo, Lokon, Egon, Awu, Raung, Gamalama, Sangeangapi, Rokatenda, Ibu, Gamkonora, Papandayan, Semeru, Anak Krakatau, Marapi, Dukono, dan Kerinci.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.