Status Gunung Bromo Turun Jadi Waspada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Bromo mengeluarkan abu vulkanik yang terlihat dari Dusun Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, 30 Januari 2016. Gunung Bromo sudah dua bulan berstatus siaga dan beberapa hari terakhir erupsinya disertai dengan lontaran lava pijar dan dentuman keras. ANTARA/Didik Suhartono

    Gunung Bromo mengeluarkan abu vulkanik yang terlihat dari Dusun Seruni, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, 30 Januari 2016. Gunung Bromo sudah dua bulan berstatus siaga dan beberapa hari terakhir erupsinya disertai dengan lontaran lava pijar dan dentuman keras. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.COJakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan Status Gunung Bromo dari siaga atau level III menjadi waspada atau level II. Keterangan itu didasarkan pada analisis vulkanis Gunung Bromo di Jawa Timur, baik berdasarkan data visual maupun instrumental.

    "Penurunan status waspada berlaku sejak Jumat, 26 Februari 2016, pukul 13.00," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Jumat, 26 Februari 2016.

    Dengan penurunan status itu, daerah bahaya dipersempit dari radius 2,5 kilometer menjadi 1 kilometer. Artinya, masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari puncak kawah.

    PVMBG telah melaporkan penurunan status Gunung Bromo itu kepada BNPB dan BPBD serta unsur-unsur terkait. Sutopo menyatakan tidak perlu ada pengungsian. "Wisatawan dapat berkunjung ke Gunung Bromo, tapi tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer."

    Pengamatan gunung api dari Pos Pengamatan Gunung Api Bromo PVMBG pada 2 Februari lalu, pukul 18.00-00.00, asap kawah terpantau putih tipis dan tekanan lemah. Tinggi asap berkisar 100 meter dari puncak atau 2.429 meter di atas permukaan laut ke barat-barat daya. Seismik terekam tremor amplitudo maksimum 0,5-1 milimeter dominan 1 milimeter.

    Hari ini, pada pukul 00.00-06.00, teramati asap kawah putih dan tekanan lemah. Tinggi asap berkisar 50 meter dari puncak atau 2.379 mdpl ke barat-barat daya. "Tercium bau belerang ringan."

    Berdasarkan seismik tremor Amax, tercatat 0,5-1 milimeter dominan 1 milimeter. Sebelumnya, saat dinaikkan status siaga (level III) pada 4-12-2015, tremor amplitudo maksimum mencapai 36 milimeter.

    Dengan demikian, saat ini ada satu gunung yang masih dalam status awas atau level IV, yaitu Gunung Sinabung. Dua gunung berstatus siaga atau level III, yaitu Gunung Soputan dan Gunung Karangetang.

    Sedangkan gunung yang berstatus waspada atau level II ada 16 gunung. Gunung-gunung itu adalah Gunung Bromo, Lokon, Egon, Awu, Raung, Gamalama, Sangeangapi, Rokatenda, Ibu, Gamkonora, Papandayan, Semeru, Anak Krakatau, Marapi, Dukono, dan Kerinci.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.