Jelang Munas Golkar, Para Kandidat Ketua Umum Bergerilya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla selaku Ketua Tim Transisi Partai Golkar menyaksikan dua petinggi Partai Golkar Agung Laksono (kiri) dan Aburizal Bakrie (kanan) berjabat tangan usai melakukan pertemuan tertutup di Rumah Dinas Wapres, Jakarta, 3 Februari 2016. Dalam pertemuan tersebut membahas rencana musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) guna menindaklanjuti SK MenkumHAM yang memperpanjang SK Munas Riau dengan komposisi kepengurusan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum dan Agung Laksono sebagai wakil. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Wapres Jusuf Kalla selaku Ketua Tim Transisi Partai Golkar menyaksikan dua petinggi Partai Golkar Agung Laksono (kiri) dan Aburizal Bakrie (kanan) berjabat tangan usai melakukan pertemuan tertutup di Rumah Dinas Wapres, Jakarta, 3 Februari 2016. Dalam pertemuan tersebut membahas rencana musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) guna menindaklanjuti SK MenkumHAM yang memperpanjang SK Munas Riau dengan komposisi kepengurusan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum dan Agung Laksono sebagai wakil. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.COSemarang – Menjelang Musyawarah Nasional Partai Golkar, tiga kandidat ketua umum sudah mulai menjajaki dukungan ke pengurus Partai Golkar di Jawa Tengah. Bendahara Golkar Jawa Tengah demisioner Sasmito menyatakan tiga kandidat ketua umum itu adalah Setya Novanto, Priyo Budi Santoso, dan Ade Komarudin. 

    “Ketiganya sudah mulai melakukan penjajakan. Sudah mulai kontak-kontak untuk mengetahui arah dukungan,” kata Sasmito kepada Tempo di Semarang, Jumat, 26 Februari 2016.

    Setya Novanto adalah mantan Ketua DPR yang terpaksa diganti akibat kasus pencatutan nama Presiden RI Joko Widodo dalam pembahasan kontrak karya PT Freeport. Saat ini, Setya Novanto menjabat Ketua Fraksi DPR Partai Golkar. Adapun Ade Komarudin kini menjabat Ketua DPR. Sedangkan Priyo Budi Santoso adalah politikus Partai Golkar.

    Hingga kini, kata Sasmito, memang belum ada calon ketua umum Partai Golkar yang turun langsung ke Jawa Tengah. Sebab, kata Sasmito, saat ini masih dalam tahap saling mengukur dukungan.

    Apalagi, dalam munas nanti, akan ditekankan tidak boleh adanya uang politik, terutama untuk pemilihan ketua umum. Bahkan Golkar Jawa Tengah mengusulkan, jika ada calon ketua umum yang menggunakan politik uang, harus didiskualifikasi tidak boleh mencalonkan diri. Jadi, kata Sasmito, kandidat ketua umum juga akan hati-hati dalam merengkuh dukungan. “Bisa jadi jika pengurus daerah diberi uang malahan akan teriak,” kata Sasmito.

    Sasmito menyebut ada satu lagi calon ketua umum Partai Golkar, yakni Agus Gumiwang. Namun kandidat ini sama sekali belum bergerak di wilayah Jawa Tengah. Golkar Jawa Tengah berharap figur ketua umum nanti adalah yang benar-benar bisa membawa perubahan bagi Golkar yang saat ini sedang tidak solid.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.