Temui Badrodin, Menteri Luhut: Beberapa Hal Perlu Perbaikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mendatangi Mabes Polri untuk memperbarui informasi terkait dengan keamanan dan perkembangan yang dihadapi kepolisian. 

    “Saya ke Mabes Polri untuk melihat perkembangan di dalam satuan,” kata Luhut sesaat setelah menemui Kapolri di Mabes Polri, Jumat, 26 Februari 2016.

    Luhut tidak mendatangi kepolisian saja. Ia dijadwalkan mendatangi sejumlah lembaga negara, seperti TNI dan satuan lainnya. Di Mabes Polri, Luhut mengaku menerima laporan perkembangan terkait dengan berbagai masalah yang dihadapi kepolisian.

    “Tadi saya mendapat laporan, memang ada beberapa yang perlu mendapat perbaikan,” katanya. Salah satu masalah tersebut adalah mengenai terbatasnya sumber daya manusia.

    Kepolisian disarankan meningkatkan kemampuan mendeteksi ancaman terorisme. Bahkan Presiden Joko Widodo menambah anggaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror. 

    Kepolisian di tingkat daerah diharapkan membantu mengawasi bersama-sama dan memberi laporan akan ancaman terorisme. “Presiden memang meminta perbaikan,” kata Luhut. 

    Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti menanggapi kunjungan tersebut sebagai bagian dari koordinasi. Apalagi, menurut dia, tantangan kepolisian akan semakin berat.

    Kunjungan Luhut berakhir sebelum salat Jumat. Sejumlah pejabat penting di kepolisian terlihat ikut menjamu Luhut, yakni Wakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan dan beberapa pejabat kepolisian lain.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.