Gempa Pacitan Berlangsung Tiga Detik, Warga Panik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Pacitan - Gempa bumi berkekuatan 5,3 skala Richter yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pagi tadi membuat warga setempat panik. Mereka berusaha menyelamatkan diri saat goyangan berlangsung sekitar tiga detik.

    "Saya langsung menuju ke kamar anak untuk menjaganya," kata David Eka Kuncara, warga Desa Sukoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, saat dihubungi Tempo, Jumat, 26 Februari 2016.

    Saat gempa terjadi, ia yang sedang bersih-bersih di dekat dapur bergegas menuju kamar di bagian tengah rumah. David menghampiri anak keduanya berumur 1 bulan yang masih tidur. "Saya panik, apalagi gempanya terasa kencang," ucapnya.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pacitan Tri Mudjiharto berujar, gempa bumi kali ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 08.30 WIB, pihaknya juga belum menerima kabar adanya kerusakan bangunan akibat gempa yang mengguncang pada pukul 06.35 WIB.

    Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, gempa tersebut berpusat di Samudra Hindia pada kedalaman 10 kilometer dengan jarak 100 kilometer tenggara Pacitan.

    Sumber gempa berada pada zona pertemuan lempeng Indo Australia dengan Eurasia. Selain warga Pacitan, sebagian warga Wonogiri dan Gunungkidul merasakan gempa, tapi dengan kekuatan lemah.

    "Potensi gempa di Pacitan cukup tinggi, karena dekat dengan lempeng bumi itu. Beberapa kali gempa terjadi dengan kekuatan berbeda- beda," tutur Tri.

    NOFIKA DIAN NUGROHO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.