Residivis Ini Tipu Calon Mahasiswa Kedokteran Rp 700 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi korupsi

    Ilustrasi korupsi

    TEMPO.CO, Malang - Nikke Natalia Puji Pratiwi, warga Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, didakwa melakukan penipuan terhadap calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Kamis, 25 Februari 2016. Jaksa penuntut umum dalam nota dakwaannya menyebutkan terdakwa melanggar Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan.

    Terdakwa terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara. Jaksa Anjar Purba Sasongko mengatakan Nikke melakukan penipuan bersama tiga orang. Ketiga pelaku dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi. Terdakwa menipu seorang calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Rp 700 juta.

    Terdakwa dilaporkan Umar Rofi'i, warga Gresik, ke Kepolisian Daerah Jawa Timur pada 2014. Polisi berhasil menangkap terdakwa setelah diburu sampai ke Yogyakarta. Kasus penipuan bermula saat korban Umar dihubungi RH, yang masih buron. RH mengaku bisa meloloskan anak Umar kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

    RH mengaku mengenal orang dalam yang bisa memasukkan anak Umar. Setelah bersepakat, keduanya bertemu di Surabaya. Nikke mengaku sebagai dosen Universitas Brawijaya yang bisa memasukkan anak Umar, asal membayar Rp 700 juta sebagai pelicin. Umar pun mengirim uang itu dengan cara diangsur tiga kali sesuai dengan kesepakatan. "Tapi anaknya tidak lulus seleksi. Merasa tertipu, Umar melapor ke Polda Jawa Timur," ujarnya.

    Nikke ternyata merupakan residivis yang sering keluar-masuk penjara karena penipuan. Dia pernah dihukum 1 tahun penjara di Yogyakarta atas perkara penipuan dan bebas pada 2014. Diperkirakan, pelaku sering mengumbar janji manis terhadap calon mahasiswa.

    Terdakwa selama ini dikenal sebagai guru les privat serta menawarkan jasa pembuatan skripsi dan tesis. Ketua majelis hakim, Rina Indrajanti, menunda sidang hingga pekan depan.

    EKO WIDIANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.