Hamzah Haz Tak Tahu Ivan Konsumsi Narkoba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wapres,  Hamzah Haz melambaikan tangan kepada wartawan, usai menjenguk Fuad Amin Imron di Rutan KPK, Jakarta, 2 April 2015. Fuad Amin Imron diduga terlibat kasus dugaan suap jual beli pasokan gas alam di Bangkalan, Madura. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Wapres, Hamzah Haz melambaikan tangan kepada wartawan, usai menjenguk Fuad Amin Imron di Rutan KPK, Jakarta, 2 April 2015. Fuad Amin Imron diduga terlibat kasus dugaan suap jual beli pasokan gas alam di Bangkalan, Madura. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Hamzah Haz, mantan wakil presiden dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, mengaku tak tahu putranya, Fanny Safriansyah alias Ivan Haz, mengkonsumsi narkoba.

    Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal PPP Ahmad Dimyati Natakusumah, yang langsung menghubungi Hamzah saat mendengar kabar penangkapan Ivan. "Tiga hari lalu, saya telepon beliau (Hamzah)," kata Dimyati di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 25 Februari 2016. 

    Dalam pembicaraan tersebut, Hamzah kaget Ivan ditangkap polisi terkait dengan kasus narkoba. Hamzah kemudian menitipkan putranya itu kepada Dimyati untuk dijaga dan dibina sebagai politikus partai berlambang Ka’bah tersebut. "Selama ini, dia tidak pernah nakal-nakal seperti itu," ucap Dimyati meniru ucapan Hamzah.

    BacaIvan Haz

    Menurut Dimyati, sikap dan perilaku Ivan telah membuat sulit dan mencoreng nama ayahnya. Hal ini semakin buruk jika Ivan terbukti memakai ataupun menyebarkan narkoba. "Kasihan Hamzah," ujar Dimyati.

    Ivan ditangkap saat tengah berpesta narkoba di Perumahan Kostrad, Kebayoran Lama, oleh Tim Yonintel dan POM Kostrad. Selain Ivan, 13 orang lain yang terdiri atas 5 anggota Polri, 5 warga sipil, dan 3 anggota Kostrad ditangkap dalam operasi tersebut. Sejak beredar kabar penangkapan itu, Ivan tak diketahui keberadaannya. 

    FRANSISCO ROSARIANS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.