MKD Sebut Ivan Haz Jarang Ngantor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fanny Safriansyah alias Ivan Haz, menggelar Konferensi Pers di ruang Pers Fraksi PPP, Komplek Parlemen Senayan, 9 Oktober 2015. TEMPO/Mawardah Hanifiyani

    Fanny Safriansyah alias Ivan Haz, menggelar Konferensi Pers di ruang Pers Fraksi PPP, Komplek Parlemen Senayan, 9 Oktober 2015. TEMPO/Mawardah Hanifiyani

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahkamah Kehormatan Dewan sudah mengantongi data absensi Ivan Haz. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Persatuan pembangunan tersebut tercatat sangat jarang berkantor di Senayan.

    "Informasi yang kami peroleh, Ivan Haz hanya masuk satu kali saat pelantikan," kata anggota MKD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Maman Imanulhaq, kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, 25 Februari 2016.

    Baca juga: MKD: Ivan Haz Terancam Dipecat

    Menurut Maman, minimnya kehadiran Ivan di DPR akan dijadikan bahan pertimbangan MKD dalam menentukan nasib putra Wakil Presiden Hamzah Haz tersebut di parlemen. Saat ini MKD sedang membentuk tim panel untuk mengusut kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat Ivan. Ivan diduga terjaring razia narkoba di perumahan Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Ahad lalu.

    Sebelum kasus narkoba, MKD mengusut kasus dugaan pemukulan Ivan Haz terhadap pembantu rumah tangganya. Maman Imanulhaq pesimistis Ivan Haz bakal bertahan di DPR. Kedua kasus yang menjerat Ivan tergolong berat. "Kasus Ivan Haz semakin memperburuk wajah DPR," katanya.

    Baca juga: Keberadaan Ivan Haz Masih Misteri, Polda Kontak Kostrad

    Hingga kini, Ivan tak diketahui keberadaannya. Dalam pemanggilan pemeriksaan atas kasus kekerasan terhadap pembantu rumah tangganya, Toipah, di Kepolisian Daerah Metro Jaya pada Selasa kemarin, dia tidak datang. Ivan juga tak terlihat saat rapat paripurna DPR. Di dalam daftar hadir Fraksi PPP, Ivan tercantum izin.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.