Banjir di Surabaya Semalam Adalah yang Terparah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. REUTERS/Enny Nuraheni

    Ilustrasi banjir. REUTERS/Enny Nuraheni

    TEMPO.CO, Surabaya - Banjir semalam yang menggenangi beberapa ruas jalan, seperti Jalan Bukit Darmo Boulevard, Jalan Citra Raya, Jalan Wiyung, hingga Jalan Lingkaran Dalam merupakan yang terparah dari banjir sebelumnya.

    Menurut seorang warga di kawasan perumahan elite Graha Famili, Winanda Rheza, 26 tahun, banjir yang menggenangi perumahannya semalam adalah banjir yang terparah sejak dia tinggal di perumahan itu. "Semalam itu parah banget," katanya kepada Tempo, Kamis, 25 Februari 2015.

    Rheza menjelaskan bahwa biasanya jika hujan yang terjadi hanya genangan air biasa dengan tinggi sekitar sepuluh sentimeter. "Biasanya tidak sampai merendam kendaraan bermotor," katanya.

    Hal yang sama juga dikatakan warga lain bernama Reda Bayu. Warga Lakarsantri itu menyebutkan semalam adalah banjir dengan intensitas terparah. Menurut dia, banjir semalam sempat membuat akses menuju Jalan Raya Made dari Lakarsantri yang lewat perumahan Citraland ditutup. Ini karena di dalam perumahan Citraland akses jalannya terendam banjir.

    "Jadi semalam kalau mau ke Jalan Made memutar lewat Waterpark. Padahal biasanya tidak sampai ditutup kalau hujan," katanya.

    Reda menduga keberadaan perumahan-perumahan elite menjadi penyebab parahnya banjir semalam. Dia menjelaskan bahwa dahulu di sekitar perumahan Citraland ada sebuah danau yang digunakan untuk menampung air hujan.

    "Entah danau itu masih ada atau tidak tapi yang jelas semalam air hujan turun dari kawasan Citraland yang tanahnya lebih tinggi ke area yang lebih rendah itu deras sekali," ujarnya.

    Rachma Novriyanthi, warga Wiyung, menuturkan bahwa semalam mobilnya terjebak di pintu keluar tol Gunung Sari karena jalan di kawasan Pratama tidak dapat dilewati. Dia kemudian memutar balik mobilnya untuk kembali ke tol dan turun di pintu tol Satelit. "Ternyata sama saja, saya terhadang genangan di Jalan H.R. Muhammad sisi kiri dan di dekat kolam Unesa," katanya.

    Rachma akhirnya baru bisa sampai rumah pukul 23.00. Padahal dia berangkat dari kantornya yang di kawasan Juanda pada pukul 18.15. "Macet parah karena banjir, semua kendaraan menumpuk tak bisa bergerak,"

    Hujan lebat yang turun pada Rabu, 24 Februari 2016, mengakibatkan kawasan perumahan elite di Surabaya bagian barat terendam banjir setinggi satu meter. Kawasan yang terendam, antara lain G-Walk, Citraland, Pakuwon, dan Graha Famili.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.