Agung: Terbukti Tebar Uang, Calon Ketum Didiskualifikasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan Aburizal Bakrie dan Agung Laksono berjabat tangan usai melakukan pertemuan silaturahmi rekonsiliasi di rumah Dinas Wapres di Jakarta, 3 Februari 2016. Jusuf Kalla telah mendamaikan kedua kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono memenuhi Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Kemenkumham untuk menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan Aburizal Bakrie dan Agung Laksono berjabat tangan usai melakukan pertemuan silaturahmi rekonsiliasi di rumah Dinas Wapres di Jakarta, 3 Februari 2016. Jusuf Kalla telah mendamaikan kedua kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono memenuhi Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Kemenkumham untuk menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan jika terbukti ada praktek politik uang yang dilakukan calon Ketua Umum Golkar, akan ada sanksi tegas. "Kami akan drop orang tersebut dari pencalonan," kata Agung saat ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu, 24 Februari 2016.

    Agung Laksono mengatakan bahwa pada penyelenggaraan musyawarah Golkar nanti, partainya akan menghindari politik uang sehingga tidak ada praktek-praktek jual-beli suara dalam munas partai berlambang pohon beringin ini. "Kami minta bantuan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan kepolisian," ujarnya.

    Keterlibatan KPK sudah dipastikan dalam penyelenggaraan Munas Partai Golkar. Namun, ketika ditanyakan apakah dari pihak DPP sudah mengirimkan surat ke KPK, Agung menjawab itu belum dilakukan. "Paling lambat minggu depan kirim surat."

    Agung juga memastikan Munas Golkar diselenggarakan pada pekan kedua April 2016. Mengenai tempat, Agung belum bisa memberikan informasi karena memang belum ada keputusan soal itu. Tanggal pelaksanaan munas antara 10-15 April 2016. Agung mengungkapkan waktu pelaksanaan munas akan ditetapkan dalam tiga hari ini.

    Adapun susunan panitia, Agung mengatakan hal itu baru dibahas dalam rapat harian, belum sampai di rapat pleno. Karena itu susunan kepanitiaan sampai saat ini belum bisa diberitahukan. "Akan diputuskan hari ini rencananya, kemarin baru pembahasan," ucap Agung Laksono.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.