Nasib Samad dan Bambang Diputuskan Pekan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kanan: Ketua KPK nonaktif, Abraham Samad, Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto dan penyidik KPK, Novel Baswedan dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, 25 Mei 2015. Ketiganya terjerat status sebagai tersangka saat tengah bergulat memberantas korupsi di Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    Dari kanan: Ketua KPK nonaktif, Abraham Samad, Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto dan penyidik KPK, Novel Baswedan dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, 25 Mei 2015. Ketiganya terjerat status sebagai tersangka saat tengah bergulat memberantas korupsi di Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan keputusan seponering atau mengesampingkan kasus mantan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad dan Bambang Wijdjojanto, akan diumumkan pekan ini. Namun ia menolak menyebutkan apakah pasti akan memberikan seponering kepada Samad dan Bambang. 

    "Sepenuhnya hak prerogatif Jaksa Agung," kata Prasetyo di kantornya, Rabu, 23 Februari 2016. 

    BACA:Nasdem Dukung Kejaksaan Deponering Kasus Abraham dan Bambang

    Sebelumnya, Prasetyo mengisyaratkan akan tetap memberikan seponering kepada dua mantan pemimpin KPK tersebut. Alasannya, mereka merupakan pegiat antikorupsi yang harus didukung kegiatannya dalam memberantas korupsi.

    Dia menilai pemberantasan korupsi merupakan bagian dari kepentingan umum. Sebab, korupsi merugikan negara dan merampas hak hidup masyarakat dalam ekonomi, sosial, dan politik. Dia khawatir kepentingan tersebut akan dilanggar jika ada pegiat antikorupsi yang dipidanakan. "Yang pasti, jangan menurunkan semangat pemberantasan korupsi," ujarnya.

    BACA: Deponering, Jaksa Agung Minta Pandangan Polri dan MA

    Samad menjadi tersangka kasus pemalsuan data kependudukan di Sulawesi Selatan. Adapun Bambang dijerat kasus dugaan mempengaruhi saksi dalam persidangan sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Kotawaringin Barat di Mahkamah. Dua kasus ini muncul bersamaan di kepolisian pada saat keduanya memimpin KPK, tak lama setelah menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.